Friendly Match Day PKDI United Lamongan vs Warrior Drajad 9 FC, Pererat Persaudaraan dan Sportivitas

PKDI United Lamongan vs Warrior Drajad 9 FC foto bersama di Stadion Surajaya Lamongan

Lamongan, arekpantura.com – Semangat sportivitas dan persaudaraan sepak bola kembali menghangat di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur, Rabu (28/1/2026).

Dalam laga persahabatan bertajuk Friendly Match Day, PKDI United Lamongan dijadwalkan menghadapi Warrior Drajad 9 FC pada pukul 15.00 WIB.

Pertandingan ini bukan sekadar ajang uji coba antar klub, melainkan momentum kebersamaan untuk mempererat silaturahmi, membangun karakter atlet, serta menumbuhkan semangat persatuan di tengah masyarakat.

Mengusung semboyan “Mens Sana in Corpore Sano”— di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat—kedua tim diharapkan menyuguhkan permainan yang menjunjung tinggi nilai fair play, sportivitas, dan persaudaraan.

BACA JUGA :

Laga ini menjadi bagian dari upaya mendorong geliat sepak bola akar rumput sekaligus memberi ruang bagi para pemain lokal untuk menunjukkan kualitas mereka dalam suasana kekeluargaan dan pembinaan berkelanjutan. Dari sisi teknis, kedua tim diperkirakan menurunkan kombinasi pemain muda dan senior guna menguji kedalaman skuad, mematangkan strategi, serta meningkatkan kekompakan tim.

Pertandingan berlangsung meriah namun tetap tertib dan bermartabat. Lebih dari sekadar hasil akhir, laga persahabatan ini menjadi simbol dukungan terhadap perkembangan sepak bola nasional melalui pembinaan dan semangat kebersamaan dari para pemain.

Pertandingan ini juga menjadi wujud persaudaraan antara dpc PKDI (Persaudaraan Kepala Desa Indonesia) Lamongan dengan Polres Lamongan sebagai bentuk sportivitas dan komitmen bersama dalam membangun prestasi olahraga dari daerah hingga tingkat nasional.

Kapten Warrior Drajad 9 FC, Iptu Sunandar, S.H., M.H. dari Polres Lamongan, menyampaikan bahwa laga persahabatan ini menjadi ajang memperkuat soliditas tim sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat melalui olahraga.

“Pertandingan ini bukan soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kami bisa menunjukkan semangat kebersamaan, disiplin, dan sportivitas di lapangan. Sepak bola adalah bahasa persatuan yang menyatukan semua elemen,” ujar Sunandar.

BACA JUGA :

Sementara itu, Kapten tim PKDI United Lamongan, Anang Faudi, S.H., menegaskan pentingnya pertandingan ini sebagai wadah pembinaan pemain lokal dan sarana membangun karakter generasi muda.

“Kami ingin memberi contoh bahwa olahraga bisa menjadi ruang edukasi, membentuk mental juang, dan menumbuhkan rasa persaudaraan. Semoga laga ini menjadi inspirasi bagi pemuda Lamongan untuk terus berprestasi,” kata Anang.

Ketua DPC PKDI Lamongan, Tri Deasy Kusumaningayu, S.Psi., turut mengapresiasi terselenggaranya laga persahabatan tersebut sebagai bentuk sinergi positif antara pemerintah desa dan aparat kepolisian melalui olahraga.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepala desa dan seluruh elemen masyarakat bisa berjalan seiring dengan aparat dalam membangun suasana yang harmonis, sehat, dan produktif. Olahraga bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang membangun karakter, persatuan, dan rasa saling percaya,” ujar Tri Deasy.

Ia berharap, Friendly Match Day ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang mampu mendorong generasi muda Lamongan untuk aktif berolahraga, menjauhi hal-hal negatif, serta terus mengharumkan daerah melalui prestasi, khususnya di bidang sepak bola.

Kedua kapten sepakat bahwa semangat fair play dan saling menghormati akan menjadi fondasi utama sepanjang pertandingan, sehingga Friendly Match Day ini benar-benar menjadi perayaan sepak bola yang membanggakan bagi masyarakat Lamongan dan Indonesia secara luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *