Janji Masuk Petrokimia Gresik Berujung Dugaan Penipuan, Warga Lamongan Rugi Puluhan Juta

Zamroni, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan

Lamongan, arekpantura.com – Dugaan mafia penyaluran tenaga kerja marak di lamongan, pencari kerja diduga jadi korban calo berkedok rekrutmen BUMN dugaan praktik mafia penyaluran tenaga kerja marak bergerilya di kabupaten lamongan.

Puluhan hingga ratusan pencari kerja diduga menjadi korban jaringan calo yang mengatasnamakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya Petrokimia Gresik, serta Koperasi Karyawan Keluarga Petrokimia Gresik (K3PG).

Para korban dijanjikan dapat diterima sebagai karyawan tetap dengan gaji setara Upah Minimum Regional (UMR), dengan syarat membayar “biaya pelicin” yang nilainya bervariasi, mulai dari Rp40 juta hingga mencapai Rp120 juta per orang.

Modus operandi yang digunakan terbilang terstruktur dan berlapis. Calo mencari korban dengan menyebarkan informasi adanya lowongan pekerjaan di Petrokimia Gresik melalui perantara pertama.

Perantara ini kemudian mengarahkan korban kepada orang kedua yang mengaku memiliki koneksi orang dalam. Selanjutnya, korban dipertemukan dengan pihak ketiga yang mengklaim sebagai perwakilan dari Petrokimia Gresik atau K3PG.

BACA JUGA :

Setelah korban menyatakan minat dan menyerahkan sejumlah uang sesuai permintaan, mereka diminta melengkapi persyaratan administratif, termasuk menyerahkan foto dengan mengenakan seragam tertentu. Proses ini disebut-sebut sebagai bagian dari pembuatan Kartu Identitas Bekerja (KIB).

Tak berhenti sampai di situ, komplotan tersebut bahkan diduga memalsukan dokumen resmi. Sejumlah korban mengaku menerima Surat Perjanjian Kerja (SPK) yang mencantumkan kop surat PT K3PG dan tanda tangan Direktur Operasional, serta logo Petrokimia Gresik pada kartu identitas KINI.

Namun, belakangan diketahui bahwa dokumen-dokumen tersebut diduga tidak sah atau palsu. Alih-alih segera ditempatkan bekerja, status para korban justru menjadi tidak jelas, baik terkait penempatan kerja maupun jenis pekerjaan yang dijanjikan.

Seiring waktu, sebagian korban mulai menyadari bahwa mereka diduga menjadi korban penipuan berkedok rekrutmen tenaga kerja. Mereka kemudian mengadukan permasalahan tersebut ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan.

BACA JUGA :

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan, M. Zamroni, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan yang menjanjikan pekerjaan di Petrokimia Gresik atau K3PG dengan meminta imbalan uang dalam jumlah besar.

“Pencari kerja kami sarankan untuk selalu mencari informasi lowongan dari sumber resmi atau dapat langsung menghubungi Dinas Tenaga Kerja. Jangan mudah tergiur janji masuk kerja dengan cara membayar,” tegasnya.

Sementara itu, melalui akun Instagram resmi K3PG dan entitas anak perusahaannya, yakni @k3pg_official, @petrokaryaniaga_official, @ptpetrokaryamandiri, dan @ptpetrokaryatrans_official, pihak K3PG juga menyampaikan peringatan kepada masyarakat.

Dalam unggahan tersebut, K3PG menegaskan agar masyarakat berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan rekrutmen tenaga kerja yang mengatasnamakan K3PG maupun anak perusahaan. Disebutkan bahwa setiap informasi lowongan dan proses rekrutmen hanya diumumkan secara terbuka melalui akun media sosial resmi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *