Dua Jemaah Haji Asal Lamongan Wafat di Tanah Suci, Kemenag Pastikan Badal Haji dan Asuransi Terpenuhi

Pusat Layanan Haji dan Umroh Kemenag Lamongan

Lamongan, arekpantura.com  – Suasana duka menyelimuti pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Dua jemaah haji lanjut usia (lansia) asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di rumah sakit di Arab Saudi.

Pihak Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lamongan telah mengonfirmasi kabar tersebut dan memastikan bahwa seluruh hak jemaah yang wafat, mulai dari pelaksanaan badal haji hingga pengurusan asuransi jiwa, akan dipenuhi sepenuhnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, dua jemaah yang wafat tersebut adalah Sibiatun Saji (85), warga Desa Pucuk, Kecamatan Pucuk. Almarhumah yang tergabung dalam Kloter SUB 33 ini meninggal dunia di rumah sakit di Madinah sebelum rombongan bertolak menuju Makkah dan Mat Sahid (75), warga Desa Sidodowo, Kecamatan Modo. Almarhum merupakan jemaah Kloter SUB 30 dari KBIH Al-Munawaroh Babat. Ia mengembuskan napas terakhir saat dalam perawatan di rumah sakit di Makkah.

Khusus untuk almarhum Mat Sahid, jenazahnya telah disalatkan di Masjidil Haram dan dimakamkan di Pemakaman Shoraya, Makkah.

TONTON JUGA :

Kepala Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya kedua jemaah tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak Kemenag akan mengawal hak-hak jemaah agar tersampaikan kepada pihak keluarga dengan lancar.

“Kami pastikan seluruh hak jemaah dipenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji (haji pengganti) yang akan dilakukan oleh petugas di Tanah Suci,” ujar Abdul Ghofur, jumat (22/5/26).

Selain badal haji, pihak Kemenag juga menjamin proses pencairan asuransi kematian akan berjalan tanpa hambatan. Menurutnya, proses administrasi asuransi akan dilakukan secara otomatis melalui sistem transfer ke rekening jemaah, sehingga ahli waris tidak perlu menghadapi prosedur yang rumit.

Sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan, jajaran Kemenag Lamongan telah melakukan takziyah langsung ke rumah duka di Desa Pucuk dan Desa Sidodowo. Langkah ini diambil untuk memberikan penguatan moril serta dukungan bagi keluarga besar yang sedang berduka.

“Kami juga sudah takziyah kerumah kedua Jamaah, ssbagai bentuk komitmen kami jika ada jamaah yang meninggal di Tanah Suci .dan kami berharap kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *