Jelang Idul Adha, Permintaan Sapi Kurban di Pasar Hewan Lamongan Melonjak

Suasana pasar sapi yang ada di Kecamatan Tikung Lamongan

Lamongan, arekpantura.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, denyut aktivitas di Pasar Hewan Tikung, Kabupaten Lamongan, kian terasa sibuk.

Ratusan sapi dari berbagai jenis memenuhi area pasar, sementara para pedagang dan pembeli silih berganti melakukan transaksi sejak pagi hari.

Kepala UPT Pasar Hewan Tikung dan Babat, Isrofil mengatakan, peningkatan jumlah pedagang maupun hewan ternak mulai terlihat dalam beberapa pekan terakhir.

Bahkan, aktivitas perdagangan di pasar mengalami kenaikan sekitar 20 persen dibanding hari normal.

“Menjelang Iduladha permintaan sapi memang meningkat cukup tajam. Pembeli dari luar daerah juga mulai berdatangan sejak jauh hari untuk mencari sapi dengan kualitas terbaik.” ujar Isrofil, kamis (21/5/2026).

Tidak hanya warga Lamongan, pembeli juga datang dari sejumlah luar daerah atau Kabupaten seperti Sidoarjo, Krian hingga Gresik untuk mencari sapi dengan kualitas terbaik menjelang Iduladha.

“Kalau dibanding hari biasa, aktivitas jual beli meningkat sekitar 20 persen. Kenaikan permintaan ini otomatis membuat harga sapi ikut naik.” ungkapnya.

Ramainya perburuan hewan kurban tahun ini berdampak langsung pada kenaikan harga sapi di pasaran. Harga sapi siap kurban kini naik antara Rp1 juta hingga Rp, 3 juta per ekor atau sekitar 25 persen dibanding hari biasa.

“Harga sapi kurban tahun ini rata-rata naik, tergantung ukuran dan jenis sapinya.” jelas Isrofil.

Pasar Hewan Tikung sendiri dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan ternak terbesar di Lamongan. Perputaran transaksi yang cepat membuat suasana pasar semakin ramai mendekati hari raya kurban.

Kondisi tersebut menjadi berkah bagi peternak dan pedagang sapi lokal.

Salah seorang pedagang, Ridwan, mengaku penjualan tahun ini lebih menggembirakan dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun ini penjualan lebih ramai dibanding tahun lalu. Banyak pembeli sengaja datang lebih awal supaya dapat sapi pilihan.” katanya.

Menurutnya, sapi jenis limosin, pegon dan simmental menjadi yang paling banyak diburu pembeli karena memiliki ukuran tubuh besar serta kualitas daging yang baik.

“Sapi limosin, pegon, dan simmental paling banyak dicari karena posturnya besar dan dianggap cocok untuk kurban.” ujar Ridwan.

Ridwan menyebut, sapi yang biasanya dijual seharga Rp20 juta kini mampu terjual hingga Rp25 juta per ekor, tergantung jenis dan bobot ternak.

Sapi bertanduk bahkan menjadi incaran karena dinilai lebih menarik untuk hewan kurban.

“Harga sapi sekarang bisa tembus Rp25 juta per ekor. Kenaikannya terasa sekali menjelang Hari Raya Kurban.” ungkapnya.

Puncak keramaian di Pasar Hewan Tikung diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga sepekan menjelang Hari Raya Iduladha.

“Kalau sapi bertanduk biasanya lebih cepat laku. Pembeli memang lebih tertarik dengan tampilan sapi yang besar dan gagah.” jelas Ridwan.

Tingginya permintaan pun diprediksi membuat harga sapi kurban terus mengalami kenaikan dalam beberapa hari ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *