Sensasi Menaiki Becak Bersama Keluarga keliling Kota Tua Surabaya

Sensasi naik becak keliling Kota Tua Surabaya

Arek Pantura – Tidak hanya Jakarta dan Semarang, Surabaya juga memiliki kawasan kota tua yang menarik untuk bernostalgia dan belajar sejarah. Kawasan Kota Tua Surabaya sendiri berlokasi di Jalan Gula Nomor 14-A, Bongkaran, Pabean Cantikan, Surabaya, Jawa Timur 60161.

Selain untuk mempelajari sejarah dan kembali sejenak ke masa lalu, kawasan wisata ini juga sering dikunjungi untuk berfoto vintage, baik sendirian, bersama teman-teman, maupun bersama pasangan.

Kota Tua Surabaya

Daya Tarik Wisata Kota Tua Surabaya

Mengutip situs surabaya.go.id, Kota Tua Surabaya sangat luas dan meliputi banyak jalan dengan daya tarik historis masing-masing, di antaranya:

1. Jalan Pahlawan

Sesuai namanya, di Jalan Pahlawan terdapat Tugu Pahlawan untuk memperingati pertempuran 10 November 1945. Di bawahnya ada Museum Sepuluh Nopember yang menyimpan aneka koleksi bersejarah.

Jam buka Museum Sepuluh Nopember: Selasa-Minggu pukul 08.00-15.00 WIB.

Harga tiket masuknya: Rp8.000.

2. Jalan Tunjungan

Di jalanan ini terdapat Hotel Majapahit yang didirikan Sarkies Bersaudara pada tahun 1911. Hotel ini merupakan saksi bisu perobekan bendera Belanda oleh para arek Suroboyo.

3. Jalan Kembang Jepun

Selanjutnya, di Jalan Kembang Jepun ada Jembatan Merah yang dahulu menjadi akses transportasi perdagangan dan saksi bisu banyak pertempuran antara arek-arek Suroboyo dan penjajah.

Jembatan ini merupakan fasilitas umum, sehingga dapat dikunjungi jam berapa saja tanpa perlu membayar tiket masuk.

4. Jalan Panggung

Meskipun memiliki tampilan tempo dulu, tetapi jalanan ini telah disulap menjadi kawasan warna-warni yang mampu menyatukan berbagai suku, yakni: Jawa, Madura, Cina dan Arab.

Informasi penting disajikan secara kronologis

5. Jalan Rajawali

Di jalan ini terdapat Hotel Arcadia dengan arsitektur bergaya kolonial awal abad ke-20, yang telah disahkan sebagai bangunan cagar budaya pada tahun 1913.

6. Jalan Merak

Kantor pusat PTPN XI yang beralamat di Jalan Merak Nomor 1 dahulu merupakan gedung Handels Vereeniging Amsterdam Commodities Straat alias asosiasi pedagang Amsterdam, yang didirikan pada 1878.

Dengan sebagian konstruksinya yang terbuat dari baja, gedung ini sangat kuat dan bersifat antigempa. Banyak wisatawan yang berfoto-foto dari sisi luarnya dengan menjadikan bangunan ini sebagai latar belakang yang indah.

7. Jalan Garuda

Di Jalan Garuda Nomor 1 berdiri gedung De Javasche Bank, yang menyimpan berbagai sejarah perbankan Indonesia. Dibangun pada 14 September 1829, gedung ini lantas diresmikan sebagai cagar budaya pada tahun 2012.

Gedung bergaya arsitektur neo renaissance ini dipercantik ukiran khas Jepara di setiap pilarnya. Gedung ini terdiri dari 3 lantai sebagai berikut:

  • Lantai 1: basement untuk menyimpan emas, uang, dan berbagai dokumen penting.
  • Lantai 2: kantor dan teller.
  • Lantai 3: tempat dokumentasi.

Jam buka De Javashce Bank: Selasa-Minggu pukul 08.00-16.00.

Harga tiket masuknya: gratis.

Kawasan Kota Tua Surabaya dapat dikunjungi kapan saja karena buka 24 jam setiap hari dan tanpa tiket masuk. Namun, untuk memasuki setiap objek wisata di sana, perhatikan jam buka dan harga tiket masuk di atas.

Jika pengunjung membawa kendaraan ke Kota Tua Surabaya, maka pengunjung perlu membayar tarif parkir motor sebesar Rp2.000 dan mobil sebesar Rp5.000.

One thought on “Sensasi Menaiki Becak Bersama Keluarga keliling Kota Tua Surabaya

  1. I’m truly enjoying the design and layout of your blog.
    It’s a very easy on the eyes which makes it much more pleasant for
    me to come here and visit more often. Did you hire
    out a designer to create your theme? Superb work!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *