Lamongan, arekpantura.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan mengeluarkan imbauan penyesuaian pelaksanaan pembelajaran di 92 sekolah yang terdampak banjir luapan Sungai Bengawan Jero.
Kebijakan tersebut diambil demi menjaga Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) demi keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Shodikin, menyampaikan imbauan itu tertuang dalam surat edaran mitigasi bencana yang ditujukan kepada satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP di wilayah terdampak.
“Keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama. Jika kondisi sekolah belum aman, pembelajaran dapat dihentikan sementara,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (18/1/2026).
Dispendik Lamongan juga memberikan fleksibilitas dalam penerapan kurikulum dan penilaian, termasuk penyesuaian waktu tugas serta sistem evaluasi secara proporsional.
“Sekolah diminta menyesuaikan metode pembelajaran melalui daring, luring terbatas, atau alternatif lain sesuai kondisi dan akses peserta didik, dengan tetap mengacu pada ketercapaian kompetensi esensial,” kata Shodikin
Selain itu, lanjut Shodikin, kepala sekolah diminta aktif berkoordinasi dengan pengawas dan dinas terkait untuk melaporkan kondisi sekolah serta kendala pembelajaran akibat banjir.
“Dukungan psikososial bagi peserta didik terdampak turut menjadi perhatian, melalui pendampingan dan pendekatan humanis agar proses belajar tetap berjalan meski dalam situasi darurat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pemkab Lamongan telah memperpanjang status tanggap darurat banjir Bengawan Jero hingga akhir Januari 2026.
Data BPBD Lamongan mencatat banjir berdampak di lima kecamatan dan merendam 4.986 rumah, serta mengganggu aktivitas di 92 lembaga pendidikan.
