Lamongan, arekpantura.com – Ramadan tak pernah jadi alasan untuk mengendurkan nyali. Di saat umat Muslim menahan lapar dan dahaga, para penggawa Persela Lamongan justru bersiap menguras keringat di bawah sorot lampu stadion.
Laga-laga malam di bulan suci kembali menjadi medan tempur Laskar Joko Tingkir. Pelatih Persela, Bima Sakti, menegaskan bahwa kick off malam hari saat Ramadan bukan cerita baru bagi timnya.
Atmosfer ini sudah berkali-kali mereka rasakan, baik di Liga 1 maupun Liga 2. Karena itu, ia optimistis mental dan kesiapan pemain tetap terjaga.
“Pemain sudah terbiasa. Situasi seperti ini bukan hal asing buat mereka,” ujar Bima Sakti, Selasa (10/2/2026).
Namun, di balik kebiasaan itu, Bima Sakti tak menampik adanya tantangan ekstra. Berpuasa seharian lalu bertarung hingga larut malam jelas menuntut fisik dan fokus berlipat. Salah sedikit, stamina bisa runtuh sebelum peluit akhir.
BACA JUGA :
“Main malam di bulan puasa memang berat. Mereka puasa seharian, tapi ini bagian dari perjuangan sebagai pemain profesional. Pengalaman jadi kunci,” tuturnya dengan nada yakin.
Untuk menjaga bara semangat tetap menyala, tim pelatih Persela melakukan sejumlah penyesuaian. Intensitas latihan dikontrol, jadwal diatur ulang, agar kondisi fisik pemain tetap prima tanpa mengorbankan sentuhan permainan.
“Adaptasi itu penting. Kami jaga kondisi pemain supaya tetap siap tempur,” tegasnya.
Kini, fokus Persela tertuju pada Putaran Ketiga Championship 2025/26. Laga tandang ke markas PSIS Semarang pada 15 Februari mendatang menjadi ujian awal sekaligus panggung pembuktian daya juang Laskar Joko Tingkir di bulan penuh berkah.
BACA JUGA “
“Kami fokus ke putaran ketiga. Mudah-mudahan ritme cepat kembali dan tim bisa tampil lebih kuat,” pungkas Bima Sakti.
Saat ini Persela Lamongan bercokol di peringkat keenam Grup 2 dengan koleksi 29 poin. Dari 18 laga, Persela mencatatkan 8 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 5 kekalahan. Sebanyak 21 gol berhasil dicetak, sementara 15 gol bersarang di gawang sendirian, selisih gol +6.
