Kecewa! Kemenangan Persela Lamongan Ambyar di Tangan Barito Putera

Persela saat menjamu Barito Putra di Stadion Surajaya Lamongan

Lamongan, arekpantura.com – Stadion Surajaya menjadi saksi drama sepak bola yang menyesakkan bagi tuan rumah, Sabtu (25/4/2026). Persela Lamongan terpaksa harus berbagi poin dengan Barito Putera setelah gol dramatis di detik-detik akhir.

Momen pahit ini membatalkan kemenangan Laskar Joko Tingkir yang sudah di depan mata. Skor imbang 1-1 menjadi hasil akhir duel penuh tensi ini.

​Sejak babak pertama dimulai, kedua tim sebenarnya sudah terlibat aksi jual beli serangan. Namun, efektivitas menjadi masalah utama bagi kedua kesebelasan. Sepanjang 45 menit awal, peluang bersih minim didapat. Persela hanya mencatatkan dua sepak pojok, sementara kesempatan Barito unggul dua kali lipat.

Meski penguasaan bola seimbang, keduanya hanya mampu melepaskan masing-masing dua tembakan tepat sasaran tanpa ada yang berbuah gol.

BACA JUGA :

​Laga babak pertama justru lebih banyak diwarnai permainan keras. Barito sudah mengoleksi kartu kuning sejak menit ke-3, bahkan harus melakukan pergantian pemain lebih awal saat Rizky Pora ditarik keluar dan digantikan Aimar Iskandar pada menit ke-24. Persela pun merespons dengan permainan fisik yang membuahkan kartu kuning untuk Jhon Mena di menit ke-30.

​Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat tajam. Masuknya tenaga baru seperti Riski Boski, Ramdhani, hingga Stewart membuat intensitas serangan bertambah. Namun, solidnya lini pertahanan kedua tim sempat membuat laga seolah akan berakhir tanpa gol, terutama saat sejumlah kartu kuning kembali keluar untuk Aimar Iskandar, Hendro Siswanto, hingga Dimas Pamungkas.

​Ketegangan mencapai puncaknya tepat saat memasuki masa injury time. Pada menit 90+3, publik Surajaya bersorak sorai saat Hambali Tholib mencetak gol indah lewat eksekusi tendangan bebas. Persela unggul 1-0 dan kemenangan seolah sudah aman dalam genggaman.

BACA JUGA :

​Namun, drama belum usai. Di menit yang hampir bersamaan, kartu merah untuk Fendi Saputra menjadi titik balik petaka bagi tuan rumah. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Barito untuk menekan habis-habisan.

Pada menit 90+8, petaka benar-benar datang saat wasit menunjuk titik putih. Fabiano Beltrame yang maju sebagai algojo dengan dingin menyamakan skor menjadi 1-1, sekaligus membungkam seisi stadion tepat sebelum peluit panjang dibunyikan.

​Pelatih Persela, Bima Sakti, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas hasil pahit di menit akhir tersebut.

​“Kita tentu kecewa karena sudah unggul di menit akhir. Tapi ini sepak bola, semua bisa terjadi. Saya tidak menyalahkan pemain,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

​Di sisi lain, pelatih Barito Putera, Stefano Cugurra, menilai timnya memang layak membawa pulang poin berkat perubahan strategi di babak kedua.

​“Setelah pergantian pemain, tim kami lebih hidup. Kami punya peluang dan akhirnya bisa mencetak gol. Ini hasil yang penting meski belum maksimal,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *