Lamongan, arekpantura.com – Sudah hampir satu minggu terakhir, aktivitas di pesisir pantai utara (Pantura) Lamongan, khususnya di wilayah Kecamatan Paciran dan Brondong, tampak lengang.
Ratusan nelayan di daerah tersebut terpaksa memilih untuk tidak melaut akibat cuaca ekstrem yang melanda perairan Laut Jawa.
Tingginya gelombang laut yang dilaporkan mencapai hampir empat meter membuat para nelayan enggan mengambil risiko.
Selain faktor keselamatan, hasil tangkapan yang minim saat cuaca buruk juga menjadi alasan utama para nelayan memilih untuk menambatkan kapal mereka.
Kondisi ini terlihat jelas di Desa Weru dan Desa Sidokumpul, Kecamatan Paciran. Alih-alih pergi mencari ikan, para nelayan kini mengisi waktu dengan memperbaiki jaring yang rusak serta melakukan perawatan rutin pada mesin kapal mereka agar tetap dalam kondisi prima.
BACA JUGA :
Samsul Huda, salah seorang nelayan setempat, mengungkapkan bahwa saat ini melaut bukanlah pilihan yang bijak.
“Gelombang sangat tinggi, berbahaya bagi kapal-kapal kecil kami. Tangkapan juga tidak menentu dan sangat sedikit, jadi lebih baik kami libur dan memperbaiki alat tangkap di darat,” ungkap Samsul, kamis (11/6/26).
Dampak dari berhentinya aktivitas melaut ini pun mulai dirasakan hingga ke daratan. Ketersediaan ikan laut di sejumlah pasar tradisional di kawasan Paciran dan Brondong kini mulai menipis.
BACA JUGA :
Pasokan ikan yang biasanya melimpah setiap harinya, kini terlihat sepi karena minimnya kiriman dari para nelayan.
Kondisi ini diprediksi akan terus berlangsung selama cuaca ekstrem dan gelombang tinggi masih membayangi perairan Pantura. Para nelayan berharap cuaca segera membaik sehingga mereka bisa kembali beraktivitas mencari nafkah di tengah laut.
