Kerugian Capai Milyaran Rupiah, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Agrobis Babat

Petugas dari Polres Lamongan melakukan olah TKP kebakaran di Pasar Agrobis Babat

Lamongan, arekpantura.com – Kebakaran yang melanda Pasar Agrobis Babat, Kabupaten Lamongan, meninggalkan kerugian besar bagi para pedagang. Sedikitnya 10 stand ludes terbakar dengan total kerugian materiil sementara ditaksir mencapai sekitar Rp 1 miliar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.30 WIB tersebut. Namun, aktivitas perdagangan di kawasan pasar dipastikan terdampak akibat rusaknya sejumlah stand beserta barang dagangan.

Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid mengatakan, nilai kerugian masih bersifat sementara karena proses pendataan terhadap stand yang terdampak masih berlangsung.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp 1 miliar,” ujarnya. Senin (13/7/2026).

Hingga kini, penyebab kebakaran masih menjadi fokus penyelidikan Satreskrim Polres Lamongan. Polisi dijadwalkan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur guna memastikan sumber api.

BACA JUGA :

“Semoga dapat memastikan apakah kebakaran dipicu kelalaian, korsleting listrik, atau faktor lainnya.” kata Ipda Hamzaid.

Berdasarkan keterangan saksi, kobaran api pertama kali terlihat berasal dari salah satu stand yang menjual plastik dan styrofoam. Material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat merambat ke lapak lain hingga menghanguskan sekitar 10 unit.

Proses pemadaman berlangsung selama hampir enam jam. Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai daerah, dibantu armada suplai air BPBD, diterjunkan ke lokasi. Api akhirnya berhasil dipadamkan pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.

Meski kobaran api telah berhasil dijinakkan, petugas masih melakukan pendinginan karena kepulan asap masih muncul dari sisa material yang terbakar. Enam armada pemadam kebakaran tetap disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *