Tak Ada KBM, SMK Mazroatul Ulum Sugio Terus Serap Dana Pemeritah

SMK Mazroatul Ulum Sugio Lamongan

Lamongan, arekpantura.com  – Miris, sebuah lembaga SMK di lamongan terus menyerap dana pemerintah lewat BOS maupun PIP meski sekolah tersebut tidak ada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Lembaga tersebut adalah SMK Mazroatul Ulum yang berada di Kecamatan Sugio Lamongan.

Dari pantauan arekpantura.com dalam beberapa minggu terakhir, tidak nampak adanya kegiatan belajar mengajar selayaknya sebuah lembaga sekolah. Hanya nampak satu dua siswa yang datang, itupun berada di luar ruang kelas.

Bahkan, saat arekpantura.com ingin mengambil gambar kondisi kelas yang kosong, seseorang yang mengaku guru di lembaga tersebut, Zainul Arifin melarang untuk mengambil gambar dan mengusir dengan kasar, sabtu (20/9/25).

Sementara itu, menurut keterangan Khotib yang mengaku baru setahun mengajar di sekolah tersebut mengatakan jika SMK Mazroatul Ulum Sugio memiliki 60 siswa dan tidak pernah mendapatkan PIP.

“Sekolah ini tidak pernah mendapatkan PIP,”ungkap Khotib singkat.

Namun, saat ditanya siapa yang bertanggungjawab untuk mengelolah dana BOS dan PIP, dirinya menjawab jika semua dikelolah oleh bendahara sekolah. Ironisnya, saat ditanya terkait nama dan nomor kontak bendahara sekolah, dirinya enggan untuk memberikan.

“Untuk kondisi sekolah ini, pihak Cabang Dinas Pendidika  Lamongan sendiri sudah mengetahuinya. Sebab, Kasi SMK Pak Tisnan tiap bulan juga berkunjung ke sekolah ini.”imbuhnya.

Apa yang diungkapkan oleh Khotib, berbanding terbalik dengan apa yang terjadai. Pasalnya, berdasarkan data yang berada di situs resmi penerima PIP di laman www.pip.kemendisnasmen.go.id menyebutkan jika selama ini lembaga tersebut selalu mendapatkan PIP, termasuk dalam lima tahun terakhir.

Menanggapi hal tersebut, Tisnan Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Lamongan menampik jika dirinya setiap bulan selalu mengunjungi SMK Mazroatul Ulum yang berada di sugio tersebut. Diriya mengaku hanya beberapa kali saja mendatangi SMK Mazroatul Ulum itupun lantaran Ia kebetulan lewat dan mampir.

“Tidak benar kalau setiap bulan saya ke sekolah itu. Kadang-kadang saja ke sana itupun kalau sedang lewat lalu saya mampir. Saat saya ke sana, selalu saya tekankan harus ada Kegiatan Belajar Mengajar karena itu penting.”ungkap Tisnan, selasa (23/9/25).

Terkait apa yang diungkapkan oleh Khotib, Tisnan sendiri mengakui jika setiap tahun sekolah tersebut selalu mendapatkan BOS maupun PIP. Anehnya lagi, Tisnan mengungkapkan jika Khotib adalah Wakil Kepala Sekolah di SMK Mazroatul Ulum bukannya guru biasa yang baru setahun mengajar.

“Untuk Kepala Sekolah sendiri memang sulit untuk dihubungi. Sayapun setiap kali telefon tidak pernah diangkat baik itu lewat Whatsapp maupun nomor seluller biasa.”imbuh Tisnan.

Sementara itu, hingga berita ini ditanyangkan, pihak kepala sekolah, Abdul Muin belum bisa dikonfirmasi. Telefon maupun pesan singkat yang dikirim oleh arekpantura.com tidak pernah direspon meskipun jelas pesan tersebut terkirim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *