UNISLA Dorong Pemberdayaan Pemuda Lewat Pendidikan Karakter Pancasila dan Sport Entrepreneurship

Lamongan, arekpantura.com – Universitas Islam Lamongan (UNISLA) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang bermakna dan berkelanjutan. Kali ini, UNISLA menggandeng komunitas pemuda PSNU Pagar Nusa Ranting Maor dalam program seminar bertajuk “Silat Berkarakter, Komunitas Berdaya: Pemberdayaan Pemuda PSNU Pagar Nusa melalui Pendekar Pendidikan Karakter Pancasila dan Sport Entrepreneurship”, minggu (3/5/25).

Kegiatan yang digelar di Balai Desa Maor tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Skim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2025. Program ini didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DITJEN DIKTI), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMDIKTISAINTEK) Republik Indonesia.

Ketua pelaksana kegiatan, Nanto Purnomo, S.E., M.M., yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISLA, menegaskan pentingnya pendidikan karakter berbasis Pancasila sebagai pilar utama dalam membentuk generasi muda yang tangguh secara menyeluruh.

“Di tengah arus globalisasi dan tantangan zaman, kekuatan karakter menjadi penentu utama kemajuan bangsa. Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga nilai hidup yang membentuk generasi berintegritas, berakhlak, dan berdaya saing,” ujarnya.

Melalui pendekatan kolaboratif, lanjut Purnomo, program ini menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila ke dalam jiwa para pendekar muda, menjadikan mereka tidak hanya piawai dalam seni bela diri, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan kepemimpinan moral.

“Selain penguatan karakter, seminar ini juga mengedepankan konsep sport entrepreneurship — menjadikan pencak silat tidak sekadar warisan budaya dan ajang prestasi, melainkan potensi ekonomi. Peserta didorong untuk mengembangkan usaha kreatif berbasis olahraga seperti pelatihan bela diri komersial, penyelenggaraan event olahraga, hingga pengelolaan komunitas sebagai unit usaha produktif yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Seminar ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Maor, tokoh Dewan Khos Pagar Nusa Lamongan, Ketua PAC Pagar Nusa Kecamatan Kembangbahu, Ketua Ranting NU Maor, serta para pemuda dan tokoh masyarakat setempat.

Antusiasme peserta mencerminkan semangat baru dalam membangun komunitas yang tidak hanya kukuh dalam tradisi, tetapi juga adaptif terhadap dinamika zaman. Harapannya, melalui kegiatan ini akan lahir generasi muda yang tidak hanya menjadi penjaga nilai, tetapi juga agen perubahan sosial dan ekonomi di lingkungannya.

“Dengan sinergi antara akademisi, pemuda, dan masyarakat, UNISLA terus memperkuat perannya sebagai katalisator pembangunan berbasis karakter dan kemandirian.” Tegas Purnomo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *