Lamongan, arekpantura.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Lamongan, Moh. Nalikan, membantah tegas kabar yang menyebut dirinya turut diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.
“Berita nggak benar. Hoaks, itu,” kata Nalikan saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).
Bantahan tersebut disampaikan menyusul pemberitaan di sejumlah media yang menyebut KPK membawa satu orang lainnya dari Pekalongan, Jawa Tengah, ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.
Dalam pemberitaan itu, nama Sekda Lamongan disebut-sebut ikut dibawa dan diperiksa penyidik.
Nalikan menegaskan, informasi tersebut tidak benar dan kemungkinan terjadi kesalahan dalam proses peliputan. “Mungkin wartawan atau jurnalisnya salah tulis atau kurang dengar,” ujarnya.
BACA JUGA :
Ia juga memastikan bahwa dirinya tidak pernah diperiksa KPK terkait kasus tersebut. Aktivitasnya dalam beberapa hari terakhir pun berjalan seperti biasa.
Sebagai informasi, pada Kamis (3/3/2026), Moh. Nalikan terlihat menghadiri kegiatan Safari Ramadan di Kecamatan Sugio bersama Bupati Lamongan serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Kehadirannya dalam agenda resmi itu menjadi bukti bahwa ia tetap menjalankan tugas pemerintahan seperti biasa di Lamongan.
BACA JUGA :
Sementara itu, KPK sebelumnya melakukan OTT terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari KPK yang menyebut keterlibatan pejabat dari Kabupaten Lamongan dalam perkara tersebut.
Dengan bantahan tegas dari Sekda Lamongan, diharapkan masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, bahkan dari media besar.
