Sekda Lamongan Respon Hasil Survei “Waspada” Oleh KPK

Nalikan, Sekda Kabupaten Lamongan

Lamongan, Arek Pantura – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan merespons positif hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) tahun 2024 yang dirilis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Meski berada dalam kategori “waspada”, Pemkab Lamongan melihat survei ini sebagai pemacu semangat untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, transparansi, dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Mohammad Nalikan menegaskan bahwa hasil survei SPI dari KPK akan menjadi bahan evaluasi yang konstruktif.

“Dengan adanya survei ini, kami di Pemkab Lamongan akan melakukan peningkatan pelayanan, transparansi, dan berbagai aspek lainnya karena memang ini saatnya untuk semakin terbuka dan bertanggung jawab,” ujar Nalikan, Sabtu (12/7/2025).

Lebih lanjut, Nalikan menambahkan bahwa hasil SPI juga akan dijadikan pembelajaran bersama bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lamongan.

“Ada sejumlah indikator dalam survei ini. Dari indikator yang masih kurang, kami akan segera melakukan pembenahan agar ke depan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal,” katanya.

Diketahui, skor SPI Pemkab Lamongan tahun 2024 tercatat sebesar 74,70, mengalami penurunan 5,71 poin dari tahun sebelumnya yang mencapai 80,41. Meski demikian, Pemkab Lamongan justru menyambut hasil tersebut sebagai sinyal penting untuk meningkatkan integritas dan akuntabilitas, khususnya pada sektor pengadaan barang dan jasa (PBJ) serta pengelolaan anggaran.

Diketahui Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menjelaskan bahwa penilaian SPI dilakukan berdasarkan tiga komponen utama, yakni internal, eksternal, dan ahli (eksper). Skor komponen internal Pemkab Lamongan berada di angka 75,11, dengan rincian dimensi PBJ sebesar 69,83 dan pengelolaan anggaran 68,07.

“Penurunan ini menunjukkan masih adanya risiko sistemik yang perlu segera dibenahi,” ujar Budi.

Budi juga mengajak seluruh elemen masyarakat Lamongan untuk bersinergi memperkuat tata kelola pemerintahan daerah.

“Survei ini bukan untuk menjatuhkan, melainkan sebagai alat refleksi bersama. Sinergi antarpihak bisa menjadi kunci dalam mewujudkan pemerintahan daerah yang bersih dan berintegritas,” tandasnya.

Dengan komitmen yang kuat, Pemkab Lamongan optimis hasil SPI tahun depan akan meningkat, seiring dengan langkah-langkah konkret yang akan dilakukan untuk memperkuat integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *