5 Hari Obok-Obok Lamongan, KPK Kembali dengan Bungkam

Petugas KPK meninggalkan gedung lantai 7 Pemkab Lamongan setelah selama 5 hari marathon memeriksa sejumlah saksi

Lamongan, Arek Pantura – Aroma dugaan korupsi kian tajam tercium dari lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan. Demikian itu, setelah seharian penuh melakukan pemeriksaan secara tertutup.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya meninggalkan gedung Pemkab pada Senin (7/7/2025) malam sekitar pukul 18.50 WIB, membawa serta satu koper besar yang memicu spekulasi publik.

Koper misterius itu dibawa langsung salah satu penyidik dan dimasukkan ke dalam bagasi mobil Toyota Innova berpelat nomor L 1260 ACN. Tanpa memberikan penjelasan apa pun, para penyidik langsung tancap gas meninggalkan lokasi.

Pemeriksaan sendiri berlangsung di lantai 7 gedung Pemkab Lamongan di Jalan Basuki Rahmat, sejak pukul 09.00 pagi hingga menjelang malam.

Menariknya, baik para penyidik maupun aparatur sipil negara (ASN) yang diperiksa sama-sama memilih bungkam ketika dicecar pertanyaan oleh awak media. Tak satu pun dari mereka bersedia memberikan keterangan, bahkan cenderung menghindar dan langsung masuk ke mobil masing-masing.

Seorang saksi ahli yang turut dipanggil pemeriksaan pun tak banyak bicara. Kepada wartawan, ia hanya melemparkan pernyataan singkat, “Bukan, bukan saya,” sebelum buru-buru meninggalkan lokasi.

Kepada wartawan yang menunggu di depan gedung Pemkab Lamongan, Kepala Bagian Hukum Pemkab Lamongan, M Rois mengaku tidak tahu secara pasti berapa lama lagi proses pemeriksaan akan berlangsung.

“Kalau sampai kapan, saya ndak tahu. Kalau pinjam gedungnya itu sampai tanggal 11,” kata Ro’is, saat keluar gedung Pemkab Lamongan.

Yang jelas, kata Ro’is, KPK RI meminjam gedung Pemkab Lamongan selama 5 hari. Terkait materi pemeriksaan atau siapa saja yang diperiksa, Rois mengaku tidak tahu.

“Kalau pinjam gedungnya itu sampai tanggal 11,” ujarnya.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari KPK mengenai siapa saja pejabat yang diperiksa dan kasus apa yang tengah diselidiki.

Namun, kehadiran koper besar serta sikap tertutup para pihak yang terlibat seolah memperkuat dugaan adanya praktik korupsi serius yang tengah dibidik lembaga antirasuah itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *