Ratusan Peternak  Lamongan Tagih Janji Ketua Genta Pangan Jawa Timur

Ketua Genta Pangan Jawa Timur Agus Sudarsono (kiri)

Lamongan, arekpantura.com – Program yang dicanangkan oleh mengatasnamakan Lembaga Gerakan Nasional Tani untuk Kemandirian Pangan (Genta Pangan) yang didirikan oleh Budiman Sujatmiko terus menuai sorotan di lamongan. Pasalnya, sejumlah petani yang diiming-iming program penggemukan sapi telah terlanjur membayar biaya administrasi, namun hingga beberapa tahun program tersebut tidak juga terlaksana.

Kekecewaan tersebut, salah satunya diungkapkan oleh Abdul Malik, anggota Genta Pangan yang berasal dari Kecamatan Turi Lamongan. Menurutnya, hingga saat ini program yang dijanjikan tersebut belum juga terealisasi sehingga memaksanya untuk menarik kembali dana yang telah diberikan kepada pihak Genta Pangan.

“Saya sendiri telah menyetor uang senilai Rp. 13 juta kepada pihak Genta Pangan dan menjanjikan akan diberi bantuan penggemukan sapi,” ungkap Malik, minggu (2/8/26).

Saat memberikan uang tersebut, lanjut Malik, Kelompok Tani dijanjikan akan terealisasi maksimal 6 bulan, dan saat mereka menyerahkan itu pada bulan Agustus 2025 sehingga mestinya bantuan akan terealisasi pada bulan bulan pebruari tahun ini.

“Kami beserta sejumlah kelompok tani yang sudah membayar, sudah berusaha menagih janji, tapi pihak Genta Pangan justru akan mengembalikan uang yang telah kami setor. Dan awalnya kami setuju, namun uang pengembalian itu tidak juga diberikan hingga saat ini.”keluh Malik.

Sementara  itu, Ketua Genta Pangan Jawa Timur, Agus Sudarsono, melalui pesan singkat dengan sejumlah kelompok tani lamongan yang telah menyetor uang kepada pihaknya, berjanji akan mengembalikan uang tersebut.

Pasalnya, dengan tidak adanya realisasi program yang hampir setahun, puluhan kelompok tani dari lamongan terus menagih janji untuk mengembalikan uang yang sudah disetor.

BACA JUGA :

“Waallaikumsalam pak mohon maaf bukan sy menjauh dan lepas tanggung jawab sy sudah sampaikan ke njenengan. Pak kalau chat sy slow respon berarti sy sibuk nanti selesai sibuk kadang lupa biar njenengan gak putus info hubungi pak sis ” nomor sdh sy kasih. Pak sampai hari ini sy belum terima dana kami masih menunggu regulasi dari Kemenkeu sesuai jadwal yg di terima antara rabo/kamis besuk kami ada rapat dg agrinas dan Danantara semoga segera klier. Maaf sy bukan menghindar / lepas tanggung jawab,” jawab Agus melalui pesan singkat kepada kelompok tani, sabtu (4/7/26).

Namun, hingga lebih dari satu bulan, apa yang dijanjikan oleh Agus tersebut tidak juga dipenuhi. Dengan hanya diberikan janji manis tersebut, kelompok tani merasa ditipu sehingga berniat untuk mengambil jalur hukum. Namun, sekali lagi Agus selalu merayu untuk mendinginkan suasana.

“Segera saya atas nama pribadi dan lembaga tidak akan ingkar,” janji Agus, senin (20/7/26).

Setidaknya, ada 10 Pokter yang telah membayar uang sebesar Rp. 13 juta kepada Pengurus provinsi yakni Abdul Malik wakil dari Pokter Kecamatan Turi, Abdul Rokhim Pokter dari Kecamatan Babat, Thohari dari Pokter Babat, Musta’in dari Pokter Kecamatan Pucuk, Agus dari Pokter Pucuk, Rawi dari Pokter Tikung, Bayu Supriyadi dari Pokter Brondong, M. Choirul Maftukin dari Pokter Babat, Basyarudin dari Pokter Mantup, serta Ali Yoga dari Pokter Mantup.

Dari sepuluh Pokter yang telah menyetorkan uang kepada pengurus provinsi tersebut, masih ada banyak lagi Pokter yang telah menyetorkan dana, namun mereka tidak bisa berkutik lantaran tidak diberikan kwitansi oleh Sunarto selaku pengurus kabupaten dan hanya 10 Pokter saja yang memiliki kwitansi.

Ratusan petani di lamongan, berharap adanya itikad baik dari Genta Pangan Provinsi Jawa Timur untuk mengembalikan uang Pokter yang telah diterima oleh Sekretaris Umum, Sunari. Dan jika peringatan ini tidak di indahkan, maka petani di lamongan akan melaporkan tindak penipuan ini ke Polres setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *