Lamongan, arekpantura.com – Sebuah video yang mempertontonkan sekelompok guru menyanyi dan saling sawer viral di media sosial. Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah berdalih itu hanya spontanitas saat perlombaan memperingati hari ulang tahun kemerdekaan ri di sekolah.
Dalam video yang berdurasi satu menit tiga puluh detik tersebut, nampak seorang guru laki-laki yang diketahui merupakan guru dari SMP Negeri Karanggeneng, Lamongan tengah asyik berjoget sambil melantunkan lagu dangdut.
Namun, yang membuat miris adalah terdapat segerombolan lagi guru yang lain ikut berjoget mengiringi alunan lagu. Bahkan, nampak dalam video guru laki-laki dan guru perempuan berbaur menjadi satu berjoget bersama.
Sementara di belakang para guru tersebut, sejumlah murid juga ikut berjoget. Sungguh hal ini merupakan tontonan yang tak layak untuk disajikan di publik. Terlebih lagi, budaya ketimuran yang masih memegang teguh adab, menganggap hal ini adalah video yang tak senonoh. Pasalnya, joget bersama antara lagi-laki dan perempuan dalam satu panggung dianggap sesuatu yang kurang mendidik.
Terlebih lagi, perbuatan ini dilakukan oleh dewan guru yang semestinya memberikan contoh yang baik terhadap anak didiknya. Namun, apa yang tengah viral ini justru menunjukkan kebalikannya.
BACA JUGA :
Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah SMP Negeri Karanggeneng, Suwito, berdalih jika hal tersebut adalah spontanitas dewan guru saat perlombaan di sekolah dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan republik indonesia yang ke 81.
“Itu hanya spontanitas dari dewan guru saja saat perlombaan HUT RI kemarin,” ungkap Suwito kepada wartawan, rabu (19/8/26).
Sedangkan praktik sawer yang dilakukan oleh sejumlah guru perempuan kepada guru laki-laki yang tengah menyanyi tersebut, lanjut Suwio, menurutnya adalah guyonan.
BACA JUGA :
“Kalau masalah sawer itu hanya guyonan. Sehabis acara lomba uang tersebut dikembalikan lagi ke guru yang memberikan saweran.” Imbuhnya.
Namun, apapun dalih yang diungkapkan oleh pihak sekolah, perbuatan para guru yang tengah viral di media sosial tersebut tidak layak untuk dicontoh. Terlebih lagi dilakukan oleh guru di hadapan siswa siswinya.
