Dugaan Penyalahgunaan Pertalite di SPBU Kepohbaru, Disertai Pungli

Petugas SPBU mengisi BBM ke dalam drum di Bojonegoro

Bojonegoro, arekpantura.com  – Praktik curang distribusi BBM bersubsidi jenis Pertalite diduga berlangsung terang-terangan di SPBU 55.621.27 Jalan Sawah Brangkal, Kecamatan Kepohbaru, Jumat (15/08/25).

Sejak pagi hingga siang, puluhan mobil Carry dan sepeda motor modifikasi terlihat bolak-balik mengisi Pertalite menggunakan jerigen maupun drum seng. BBM tersebut kemudian diduga dijual kembali dengan harga lebih mahal ke masyarakat dan sektor industri.

Yang lebih memprihatinkan, operator dan pengawas SPBU justru diduga terlibat. Alih-alih menegur, mereka ditengarai melakukan kerja sama dengan para pengangsu alias tengkulak. Warga sekitar bahkan menyebut adanya praktik uang pelicin yang wajib diberikan agar pengisian dalam jumlah besar bisa tetap dilayani.

“Setiap kali ngisi, pengangsu harus kasih tip ke operator. Uang itu lalu disetorkan ke pengawas. Sudah seperti rutinitas,” ujar salah satu warga Kepohbaru yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Petugas SPBU mengisi BBM ke dalam drum

Praktik ini, lanjut warga tersebut, jelas melanggar Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas jo. UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan denda hingga Rp. 60 miliar.

“Selain itu, pemberian dan penerimaan uang pelicin termasuk tindak pidana pungutan liar (pungli) dan suap, sebagaimana diatur dalam UU Tipikor, Pasal 368 KUHP, serta Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Saber Pungli,”tandasnya.

Atas temuan ini, warga mendesak aparat kepolisian segera menindak tegas para pelaku dan membongkar jaringan distribusi ilegal.

SPBU 55621.27 Kepohbaru Bojonegoro

“BBM subsidi seharusnya dinikmati rakyat kecil, bukan ditimbun segelintir orang demi keuntungan pribadi. Ini merugikan negara dan masyarakat luas,” pungkas warga tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, barang bukti berupa jerigen berisi Pertalite dan kendaraan pengangkut disebut telah diamankan untuk proses lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *