Aliran Sungai Tak Lancar, Ratusan Hektar Tanaman Padi Gagal Panen Akibat Banjir

Petani di lamongan menunjukkan tanaman padi yang membusuk akibat terendam banjir

Lamongan, arek pantura – Puluhan hektar tanaman padi di kabupaten lamongan, terendam banjir. Banjir tersebut disebabkan air hujan dan melubernya air dari sungai yang dangkal. Akibatnya, para petani merugi ratusan juta rupiah akibat terancam gagal panen.

kondisi ratusan hektar tanaman padi milik petani tersebut sungguh memprihatinkan. Salah satunya yang nampak di wilayah Desa Keradenan, Kecamatan Kedumpring yang terendam banjir. Tanaman padi yang baru berusia 15 hari ini, terendam banjir akibat meluapnya sungai desa setempat yang tak mampu menampung tingginya curah hujan selama seminggu terakhir.

“Dari 150 hektar lahan tanaman padi petani, 80 hektar sudah terendam banjir selama tiga hari dan tidak bisa di selamatkan,” ungkap Monadi, salah satu petani desa setempat yang sawahnya terendam banjir.

Bahkan, masih menurut Monadi, sejumlah petani terpaksa mencabut batang padi lantaran kondisi batang tanaman padi telah membusuk.

“Petani sangat merugi akibat kejadian ini. Bagaimana tidak, kami sudah mengeluarkan biaya banyak tapi padinya tidak bisa diambil karena sudah busuk sebelum berbuah. Mestinya pihak terkait melakukan upaya untuk memperlancar saluran air sehingga kejadian ini tidak terjadi lagi. Dan hal ini selalu terjadi setiap tahun.”imbuhnya.

Mohammad Yusuf, Sekdes Desa Keradenanjuga membenarkan jika akibat curah hujan tersebut kerap terjadi dan meyebabkan tanaman padi milik petani terendam banjir. Selain itu banjir juga diakibatkan oleh pendangkalan sungai yang sudah lama tidak tersentuh normalisasi sungai.

“Di desa kami ada sekitar 80 hektar tanaman padi yang dipastikan gagal panen karena terendam banjir. Hal ini disebabkan curah hujan yang tinggi dan aliran air tidak bisa lancer mengalir ke bengawan solo karena sungai desa sudah tidak layak lagi dan membutuhkan normalisasi.”ungkap Yusuf.

Dengan kondisi tersebut, para petani berharap kepada pemerintah agar mencarikan solusi serta menanggulangi banjir yang sering terjadi di desa mereka agar para petani kembali bisa panen normal dan menghasilkan ketahanan pangan sesuai program Presiden Prabowo.(sul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *