Kepala Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik Tunjuk Hartini sebagai Plh CFD Gresik

Hartini Plh CFD Gresik didampingi Adam yang dinonaktifkan

Gresik, arekpantura.com – Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik memanggil pengurus pengelola Car Free Day (CFD) untuk menyikapi polemik yang kembali beredar di media sosial.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh beberapa Pengurus Kompak selaku pengelola CFD, di antaranya, Hartini, Hendra Purnomo, Agus Subekti, Hari dan beberapa member pelapak CFD, serta terlihat hadir juga Ismail Fahmi Temulawak dan Mas Memet selaku ketua UMKM di Kabupaten Gresik.

Kehadiran Ismail Fahmi dan Memet diharapkan oleh beberapa pengurus untuk membantu meluruskan dan meredam situasi kurang baik di tubuh pengurus CFD dan berharap menjadi sebuah titik terang, agar ke depan bisa lebih bijak lagi untuk menyikapi dan memahami setiap persoalan.

“Jangan saling menyalahkan,konfirmasi dan klarifikasi dulu, Kami berdua mendukung agar Car Free Day bisa berjalan lancar dan sukses, dan jangan sampai kasus kemarin terulang lagi, kasihan dulur-dulur (UMKM) yang antri lama tidak bisa masuk, jadi jangan sampai Uang Sogok’an terulang lagi”,ucap Memet.

Hasil pertemuan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bagi para pengurus Car Free Day (CFD) untuk melakukan perbaikan kepengurusan, transparansi keuangan dan memastikan CFD Gresik tetap berjalan dengan baik agar menjadi kegiatan lebih bermanfaat.

BACA JUGA :

Tegas, Kepala Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik drg. Syaifuddin Ghozali, sejak adanya penonaktifan Adam selaku ketua, hingga kini , Hartini masih sebagai Ketua pelaksana harian (PLH) yang menjadi penanggungjawab sementara untuk melakukan perbaikan struktur kepengurusan hingga pengelolaan keuangan sampai diadakannya pembentukan pengurus baru.

“Sudah kita putuskan menunjuk Ibu Hartini sebagai Plh Ketua CFD, dan hanya Ibu Hartini yang diakui di Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik sampai ada pemilihan ketua baru. Dan insya Allah mungkin bisa saja bulan puasa ini sambil buka puasa juga bisa,” ujarnya.

Perbaikan kepengurusan, menurut Ghozali, meliputi transparansi pelaporan keuangan, pengelolaan keuangan, inventarisasi aset CFD Gresik, perapian member aktif/pasiv dengan registrasi ulang, perluasan lapak yang dilanjutkan pengurus baru, hingga pembuatan sistem dasbor untuk keuangan, registrasi member, dan website pedagang di bawah naungan Komunitas Pelapak (Kompak).

“Harapannya ke depan kepengurusan semakin baik. Sehingga pelaksanaan CFD bisa terus maju dan berkembang, agar manfaatnya bisa semakin dinikmati masyarakat,” tandasnya.

Sementara Suhartini PLH CFD Gresik berkomitmen melakukan perbaikan kepengurusan dan tata kelola CFD secara maksimal. Termasuk selama ini telah menerapkan transparansi keuangan dengan membuat pelaporan berkala, mulai mingguan hingga bulanan.

Ia berharap ketua maupun pengurus baru Car Free Day nantinya betul-betul dipilih dari figur yang kompeten dan bisa bersinergi dengan Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik. Agar seluruh program dan kebijakan kepengurusan dan dinas bisa terlaksana dengan baik dan lancar.

“Kami berharap kepengurusan baru nantinya betul-betul dari orang-orang yang kompeten. Sebab harus ada koordinasi yang baik antara kepengurusan CFD dengan dinas terkait. Kami juga berencana membuat AD/ART yang disetujui oleh Disparekrafbudpora Kabupaten Gresik,” terangnya.

Sebagai informasi, total member aktif saat ini yang menempati lapak-lapak di area Car Free Day (CFD) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Gresik sebanyak 370 pedagang dengan komitmen iuran senilai 5000 rupiah per Minggu. Sementara waiting list atau antrean saat ini sebanyak 38 pedagang, serta ada juga yang di luar waiting list atau antrean.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *