Lamongan, arekpantura.com – Pengiriman Makan Bergizi Gratis terpaksa dengan menaiki perahu. Pasalnya beberapa ruas jalan menuju sekolah terendam banjir. Seperti halnya yang dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Tiwet Kecamatan Kalitengah ini, selasa (13/02/2026).
Ratusan ompreng atau wadah menu MBG tersebut dipindahkan dari Mobil Operasional BGN (Badan Gizi Nasional) ke perahu. Hal itu dilakukan karena kondisi jalan menuju ke sekolah terendam banjir.
Sejauh kurang lebih lima ratus meter , petugas harus berjibaku melawan tingginya air banjir dan Enceng Gondok yaang menutupi sungai. Mereka mendayung menelusuri jalan yang tergenang banjir serta sungai Bengawan Jero.
Meski demikian, pengiriman program Presiden Prabowo Subianto tersebut dipastikan dapat dinikmati para siswa yang ada di kawasan Bengawan Jero.
Agung, Asisten laboratorium Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Tiwet mengatakan pendistribusian MBG tersebut dipindahkan ke perahu karena kondisi jalan terendam banjir. Tidak memungkinkan mobil operasional untuk melintasi genangan banjir.
“Ya khawatir karena ketinggian air banjir ini mencapai tujuh puluh meter. Mobil kami tidak kuat melewati derasnya air.” Kata Agus Asisten laboratorium SPPG Tiwet.
Agung menambahkan pengiriman dengan menggunakan perahu ini baru pertama kali.
“Baru pertama kalinya pada hari ini kami menggunakan transportasi perahu. Ini tadi ada kurang lebih tiga ratus ompreng kami kirim ke beberapa sekolah dikawan Bengawan Jero.” tambah Agung.
Sementara MBG di distribusikan ke Sekolah- sekolah yang ada di Desa Bojoasri, Lukrejo, Gambuhan , Tiwet, Dibee dan Kalitengah.
Banjir yang terjadi akibat meluapnya Sungai Bengawan Jero berdampak terhadap puluhan Lembaga pendidikan tergenang banjir.
Dari data Dinas pendidikan Lamongan ada 32 sekolah terendam banjir. Di Kecamatan Kalitengah ada 4 Sekolah, Turi 8 Sekolah, Karanggeneng 2 sekolah,Modo 1 Sekolah, Laren 1 Sekolah, Deket 5 Sekolah, dan Kecamatan Glagah ada 5 Sekolah.
