Jalan Ruas  Tikung–Kembangbahu Gelap, Warga Desak PJU Segera Dipasang

Jalan raya penghubung Kecamatan Tikung dan Kembangbahu yang gelap

Lamongan, arekpantura.com – Setiap malam, ruas jalan penghubung antara Kecamatan Tikung dan Kembangbahu berubah menjadi jalur yang sunyi dan gelap. Minimnya penerangan membuat pengguna jalan harus melaju perlahan, menajamkan pandangan, dan berharap perjalanan mereka tetap aman hingga tujuan.

Bagi warga sekitar, kondisi ini bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan juga keselamatan. Saat hujan turun atau kabut menyelimuti kawasan sekitar jalan raya Waduk Lopang, visibilitas semakin terbatas dan risiko kecelakaan kian terasa.

“Kalau malam itu benar-benar gelap. Apalagi kalau hujan, jalan licin dan susah lihat lubang. Kami takut, bukan cuma kecelakaan, tapi juga hal-hal yang tidak diinginkan,” tutur Ambon (34), warga Kecamatan Kembangbahu, Rabu (28/01/2026).

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan, Suhadi Cahyo Utomo, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah bertahap untuk meningkatkan penerangan di ruas tersebut.

BACA JUGA :

“Pada tahun 2025, kami sudah memasang 10 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang ruas Tikung–Kembangbahu. Untuk tahun 2026, kami kembali mengajukan penambahan 10 titik PJU dan saat ini telah berkoordinasi dengan Camat Kembangbahu terkait lokasi penempatan tiang. Tinggal menunggu proses realisasi,” ujar Suhadi.

Namun bagi warga, harapan itu terasa panjang. Mereka menilai jalan ini merupakan urat nadi penghubung antar kecamatan yang setiap hari dilalui pelajar, pekerja, dan pedagang. Kondisi gelap dan jalan berlubang, terutama di sekitar Waduk Lopang, disebut sering memakan korban.

“Jangan sampai harus ada korban dulu baru diperbaiki. Kami hanya ingin jalan yang aman untuk anak-anak kami berangkat sekolah dan untuk kami pulang bekerja,” kata Ambon (35), tokoh masyarakat setempat.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dishub segera merealisasikan pemasangan PJU tambahan.

Sementara itu, untuk perbaikan kondisi badan jalan, warga mendorong Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) agar memprioritaskan ruas Tikung–Kembangbahu dalam program Jamula (Jalan Mantap dan Mulus Lamongan), mengingat jalur ini kerap dilalui aktivitas harian masyarakat dan dinilai rawan, terutama di sekitar kawasan Waduk Lopang.

Bagi warga, penerangan dan jalan yang layak bukan sekadar fasilitas, melainkan simbol kepedulian pemerintah dan jaminan rasa aman di sepanjang perjalanan malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *