Gus Muhaimin Salurkan 2.000 Paket Sembako untuk Korban Banjir dan Guru Ngaji di Lamongan

Guru Ngaji korban banjir saat menerima bantuan dari Gus Muhaimin

Lamongan, arekpantura.com – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan diwujudkan secara nyata oleh Ketua Umum DPP PKB sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Gus Muhaimin Iskandar.

Melalui inisiatif bertajuk “Joyful Ramadhan”, sebanyak 2.000 paket sembako dan bantuan pangan keluarga disalurkan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

​Penyaluran bantuan ini dilakukan secara maraton di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau akibat genangan air. Selain menyasar korban bencana, bantuan ini juga diberikan kepada para guru ngaji TPQ sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka.

​Fokus pada Wilayah Terisolir
​Penyaluran bantuan diwakilkan oleh Staf Khusus Kemenko PM, Billy Aries, yang turun langsung ke lokasi-lokasi terdampak. Billy memastikan bantuan menjangkau titik-titik yang relatif terisolir guna memastikan distribusi tepat sasaran.

BACA JUGA :

​Adapun tujuh kecamatan yang menjadi fokus utama penyaluran meliputi ​Kecamatan Turi, Glagah, Karangbinangun, Kalitengah ​Kecamatan Deket, Brondong dan Kecamatan Solokuro.

​Kegiatan “Joyful Ramadhan” ini terlaksana berkat kolaborasi solid dengan berbagai elemen masyarakat dan organisasi keagamaan setempat, di antaranya:
​PCNU Lamongan

​IKA PMII Kabupaten Lamongan, ​PC Fatayat NU Lamongan, ​Lembaga pendidikan keagamaan dan guru ngaji TPQ.

​Dalam keterangannya, Billy Aries menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar bantuan material, melainkan dukungan moral bagi warga yang tengah diuji bencana di  bulan puasa.

TONTON JUGA :

​”Bantuan ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah dan elemen masyarakat. Kami berharap ini bisa meringankan beban harian sekaligus memberi semangat bagi warga untuk bangkit kembali,” ujar Billy.

​Warga penerima bantuan menyambut aksi ini dengan penuh syukur. Mengingat banjir seringkali melumpuhkan aktivitas ekonomi, bantuan pangan ini dinilai sangat krusial bagi keberlangsungan hidup sehari-hari.

​Melalui gerakan ini, diharapkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial semakin mengakar kuat di masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan bencana alam di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *