Lamongan, arek pantura – Penyerahan keputusan pengangkatan CPNS dan PPPK periode I Pemerintah Kabupaten Lamongan tahun formasi 2024 diwarnai aksi sujud syukur sejumlah peserta. Aksi sujud syukur sebagai bentuk rasa syukur atas masa penantian mereka yang selama ini menjadi pegawai honorer di lingkungan Pemkab Lamongan. Bertempat di alun-alun pemkab setempat, rabu (14/05).
Wajah gembira dan haru nampak pada wajah mereka. Sejak pagi, ribuan pesertanya berkumpul di alun-alun lamongan untuk mengikuti prosesi penting dalam sejarah perjalanan karir mereka. Di antara mereka ada yang menunggu selama kurun waktu yang berbeda, ada yang belasan tahun hingga puluhan tahun.
Usai menerima surat keputusan pengangkatan, sontak sejumlah peserta yang terdiri dari wanita ini langsung bersujud syukur. Mereka merasa bahagia karena masa penantiannya untuk menjadi pegawai negeri maupun PPPK terwujud.
Mereka yang diangkat masuk dalam 3.666 formasi PPPK dan ASN yang dibutuhkan, dengan rincian 3.041 PPPK dan 615 formasi CPNS. Dari total formasi tersebut yang terisi dengan rincian 501 CPNS, dan 1.621 PPPK, dengan total 2.122 Pegawai.
“Perasaan saya senang sekali. Sebab saya sudah menjadi Tenaga Kontrak sejak tahun 2028 lalu. Dan baru pada tahun 2024 saya lolos seleksi. Alhamdulillah,” ungkap Ageza risqi indra charisma, salah satu Peserta pengangkatan.
Bupati yang akrab dipanggil Pak Yes itu menyampaikan, SK merupakan bagian dari dokumen legalitas kepegawaian. SK juga menjadi dasar pelaksanaan tugas aparatur sipil negara (ASN).
“Hadirnya seluruh ASN yang baru diserahkan SK pada tahun 2024 ini diwajibkan menambah energi Pemkab Lamongan dalam memberikan pelayanan publik maksimal. Dalam hal kualitas maupun kuantitasnya,” ucapnya, Rabu (14/5/2025).
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan telah menerapkan manajemen pemerintahan dengan standar internasional. Hal itu dapat dilihat dari beberapa indikator.
Salah satunya, Pemkab Lamongan menerima predikat A dalam standar akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP). Hal itu menunjukkan komitmen pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien.
“Pemkab Lamongan sudah menerapkan manajemen pemerintahan berstandar internasional. Hal tersebut bersifat penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Pak Yes.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan, Nalikan menyampaikan, pada pengangkatan tahun ini, terisi sebanyak 2.122 ASN. Mereka terdiri dari 501 CPNS dan 1.621 PPPK. Seluruh PPPK itu terdiri dari 1.467 teknis, 11 tenaga kesehatan, dan 143 guru.
“Kebutuhan pengangkatan ASN pada 2024 adalah 3.666, terisi 2.122. Selebihnya akan diisi pada pengangkatan PPPK periode kedua. Setelah pengangkatan ini akan dilakukan orientasi untuk menumbuhkan jiwa korsa ASN,” tutupnya.(sul)
