Seorang ABK Kapal Nelayan Asal Tuban Dilaporkan Hilang di Perairan Brondong Lamongan

Petugas melakukan pencarian ABK yang tenggelam

Lamongan, arekpantura.com – Seorang Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Gunung Baru, Solikin (40), dilaporkan hilang saat sedang melaut. Korban diduga terjatuh ke laut di kawasan perairan utara Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, pada Rabu (10/6/2026).

​Kasatpolairud Polres Lamongan, AKP Partika Guntur Megawan mengungkapkan bahwa peristiwa ini bermula saat KM Gunung Baru (GT 25) yang diawaki oleh 27 orang termasuk korban, berangkat dari Pelabuhan TPI Desa Bulu, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, pada Rabu pagi sekira pukul 10.00 WIB untuk mencari ikan.

​Berdasarkan keterangan saksi, pada pukul 14.00 WIB, korban masih terlihat berada di atas kapal bersama rekan ABK lainnya. Namun, pada pukul 18.00 WIB, korban diketahui sudah tidak berada di atas kapal.

​”Diduga korban terjatuh ke laut di wilayah perairan utara Kecamatan Brondong, Lamongan. Pihak nakhoda kapal sudah berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian namun korban tidak ditemukan, sebelum akhirnya melaporkan kejadian ini kepada pemilik kapal,” ujarnya.

​Hingga saat ini, KM Gunung Baru bersama seluruh ABK masih berada di lokasi untuk melakukan pencarian.

​Pihak Satpolairud Polres Lamongan telah mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama tim SAR gabungan yang terdiri dari BASARNAS, BPBD Kabupaten Lamongan, TNI AL (Poskamladu Lamongan), serta Satpolairud BKO Polda Jatim untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR).

​Selain melakukan penyisiran di lokasi kejadian, pihak kepolisian juga telah menyebarkan informasi hilangnya korban kepada komunitas jaringan nelayan di wilayah Kabupaten Tuban, Lamongan, hingga Kabupaten Gresik guna membantu memantau keberadaan korban.

​”Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Satpolairud Polres Gresik dan Tuban, untuk memperluas jangkauan pencarian. Kami mohon doa agar korban dapat segera ditemukan,” pungkasnya.

​Pihak berwenang mengimbau kepada nelayan yang melintas di sekitar perairan Brondong hingga Gresik agar segera melapor ke pihak berwajib jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *