Lamongan, arekpantura.com — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam keras aksi penganiayaan yang menimpa seorang guru, Kyai, sekaligus Ketua MWC PCNU Glagah di Kabupaten Lamongan dan memastikan mengawal penanganan kasus hukum tersebut hingga tuntas.
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus anggota Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, KH Muhammad Maksum Faqih (Gus Maksum), menegaskan bahwa pelaku tindakan kekerasan terhadap tenaga pendidik layak dijatuhi sanksi berat dan hukuman setimpal.
“Pelaku yang melakukan penganiayaan ini memang layak diberikan hukuman yang setimpal dan seberat-beratnya. Saya sudah menyampaikan usulan tersebut dan insyaAllah semua dilaksanakan,” tegas Gus Maksum.
Ia menambahkan, jajaran aparat keamananan dari Kodim Lamongan hingga Kodam V/Brawijaya telah mengambil langkah tegas terhadap pelaku. PBNU juga berkomitmen untuk terus membela korban serta memperjuangkan rasa aman bagi profesi guru secara nasional.
BACA JUGA :
“Secara pribadi saya akan maksimal membantu, mengupayakan, dan memperjuangkan apa yang terjadi pada saudara kita. Kita punya kewajiban memberikan support. Ke depan, kita juga akan mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk mengevaluasi beberapa peraturan pendidikan agar keselamatan dan perlindungan guru benar-benar terjamin oleh negara,” ujarnya.
Menyikapi rencana aksi long march dan orasi yang digagas oleh forum Solidaritas Guru di Kecamatan Glagah, Gus Maksum menghimbau agar kegiatan tersebut tidak dilaksanakan. Ia meminta seluruh elemen pengajar dan lembaga terkait untuk menahan diri agar tidak menimbulkan kegaduhan maupun fitnah di media massa.
BACA JUGA :
“Saya berharap teman-teman, baik dari solidaritas guru maupun lembaga lain, untuk menahan diri dan tidak mengadakan kegiatan tersebut. Menurut saya, aksi itu akan berdampak lebih banyak mudaratnya daripada maslahatnya,” imbaunya.
Gus Maksum mengajak para pendidik dan santri untuk menyikapi persoalan ini dengan akal sehat serta menjaga kondusivitas wilayah, mengingat proses hukum sudah berjalan dengan tegas.
“Cukup kita doakan dan kita sudah melakukan ikhtiar yang maksimal untuk mencari keadilan. Jangan sampai kita terpancing isu-isu liar sehingga mengedepankan emosi. Kita harus menjadi teladan bagi para murid,” pungkasnya.
