Lamongan, arekpantura.com – Miris, mungkin itulah ungkapan yang mewakili kondisi korban banjir di Kabupaten Lamongan. Pasalnya, selama 4 Bulan lebih, Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero anak sungai bengawan solo di Kabupaten Lamongan Jawa Timur hingga Senin (23/3/2026) belum kunjung surut.
Peristiwa tersebut terjadi akibat intensitas hujan tinggi serta luberan sungai bengawan jero yang tak mampu menampung tingginya debit air. Sehingga merendam akses jalan, fasilitas umum, hingga rumah rumah warga.
BACA JUGA :
Madekur, warga Bojoasri mengatakan, banjir yang terjadi di saat ini sangat parah di bandingkan banjir pada tahun sebelumnya, pasalnya banjir terjadi mulai akhir bulan november 2025 hingga sekarang maret 2026 belum juga surut.
“Sangat parah ekonomi warga lumpuh karena akses jalan tidak bisa dilalui,” Ungkap Madekur, senin (23/3/26).
Di perayaan hari raya idul fitri saat ini warga tidak bisa merayakan sepenuhnya lantaran sanak saudara yang dari luar desa tidak dapat berkunjung ke rumahnya karena masih banjir.
“Anak saya tidak bisa pulang kampung karena akses masuk desa cukup sulit,” imbuhnya.
Sementara itu hal serupa juga dirasakan oleh Sunan, momen lebaran idul fitri saat ini ia tidak bisa kumpul keluarga karena anak – anaknya tidak bisa pulang kampung akibat kondisi jalan yang masih terendam banjir.
BACA JUGA :
“Lebaran tahun ini anak saya tidak pulang kampung karena akses jalan tidak bisa dilewati kendaraan.” Tutur Sunan dengan mata berkaca-kaca.
Hingga saat ini banjir yang merendam jalan antar desa, antar kecamatan di desa bojoasri menuju desa waruk karangbinangun sejauh 500 meter lebih masih tetendam banjir, ketinggian air saat ini mencapai 60 hingga 80 centi meter, bahkan ada yang sampai selutut orang dewasa.
Sementara itu agar bisa berkunjung ke sanak saudara saat lebaran ini, warga terpaksa membangun jembatan darurat dari bambu yang hanya bisa di lalui motor dan pejalan kaki.
