Lamongan, Arek Pantura – Puluhan kelompok pemuda di lamongan, terpaksa diamankan saat hendak melakukan aksi konvoi menuju Mapolres Lamongan Jawa Timur. Aksi tersebut diduga buntut kasus penganiayaan yang menyebabkan satu korban meninggal dunia, minggu (1/6/25).
Sebelum terjadinya ketegangan antara kelompok pemuda dengan petugas kepolisian di lamongan, puluhan pemuda tersebut melakukan konvoi di jalur nasional Surabaya-babatak, tepatnya di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Lamongan.
Tak berlangsung lama, mereka yang hendak melakukan konvoi menuju Mapolres Lamongan tersebut kocar kacir saat petugas berusaha menghadang rombongan konvoi di jalan poros nasional.
Aksi konvoi ini diduga buntut dari kasus penganiayaan yang dilakukan sekelompok pemuda di kecamatan babat pada sabtu dini hari lalu, yang menyebabkan satu korban meningggal dunia.
Meski petugas telah berhasil mengamankan sejumlah pelaku dan kini masih dalam penyelidikkan petugas kepolisian, sekelompok pemuda ini merasa tak puas karenah salah satu temannya meninggal. Akhirnya puluhan pemuda tersebut berkonvoi meluruk polres lamongan dengan tujuan mencari keadilan.
Dalam perjalanan menuju Polres Lamongan, petugas telah berusaha menghimbau, namun tidak dihiraukan. Karena tetap nekat dan dianggap menganggu arus lalu lintas, terpaksa kepolisian membubarkan para pemuda yang melakukan konvoi. Sejumlah pemuda yang melawan petugas terpaksa diamankan polisi dan di bawa ke mapolres lamongan untuk dilakukan pendataan.
Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto mengungkapkan jika kelompok pemuda tersebut untuk sementara akan diamankan di Mapolres Lamongan.
“ Kami menghimbau agar kejadian seperti ini tak kembali terulang. Pihak kepolisian juga tegas akan menindak segala bentuk aksi yang mengganggu ketertibana dan keamanan di wilayah Kabupaten Lamongan,” tandas Agus.
