Kediri, Arek Pantura – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi meninjau pelaksanaan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Minggu (13/7).
Program PKG merupakan bagian dari program nasional Presiden Prabowo Subianto yang menyasar pelajar sekolah dan santri pondok pesantren. Pelaksanaan program ini dijadwalkan berlangsung hingga Agustus 2025.
“Tujuan utama pemeriksaan ini bukan sekadar mencari penyakit, tetapi sebagai langkah pencegahan dini. Santri harus sehat agar bisa belajar optimal dan berkontribusi bagi bangsa,” ujar Pratikno
Sementara itu Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pondok pesantren merupakan tempat strategis untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia, tangguh, dan berkualitas.
“Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan para santri dengan sebaik mungkin, termasuk dari sisi kesehatannya,” tegasnya.
Masih ditempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 500 santri putra. Dari jumlah tersebut, 400 orang berusia remaja dan dewasa, sedangkan 100 lainnya berusia 13 tahun ke atas.
“Alhamdulillah, kami dipercaya mendukung program dari Bapak Menko PMK. Pemeriksaan dilakukan terhadap 500 santri dengan paket pemeriksaan dasar yang telah ditetapkan,” jelas dr. Khotib.
Pemeriksaan mencakup 15 indikator kesehatan, di antaranya status gizi, berat dan tinggi badan, lingkar pinggang, tekanan darah, gula darah, hemoglobin (Hb), kesehatan mata dan gigi, hingga kesehatan jiwa. Santri juga mengikuti tes kebugaran melalui lari kecil sejauh 2-3 kilometer di lingkungan pesantren.
Selain pemeriksaan fisik, tim medis juga memantau kondisi lingkungan pondok untuk memastikan standar sanitasi, ventilasi, serta upaya pencegahan penyakit menular seperti skabies.
“Kami juga memberikan edukasi kepada pengelola pondok terkait pengendalian nyamuk, penataan hunian, dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit kulit dan gangguan pernapasan,” pungkas dr. Khotib
Kegiatan PKG ini difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dan melibatkan tenaga medis dari enam puskesmas, yakni Puskesmas Mojo, Kras, Ngadiluwih, Wonorejo, Ngadi, dan Ploso. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari kader Posyandu dan tim pendamping pondok pesantren.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Mohamad Solikin, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, unsur Forkopimda Kabupaten Kediri, serta para tamu undangan lainnya.
