Bermain Agresif, PSIS Bungkam Persela Lamongan dengan Skor 1-0

PSIS Semarang saat menjamu Persela Lamongan di Stadion Jatidiri Semarang

Lamongan, arekpantura.com – Stadion Jatidiri bergemuruh. Di hadapan ribuan pendukung setia Mahesa Jenar, PSIS Semarang sukses menundukkan Persela Lamongan dengan skor tipis 1-0 pada laga pekan ke-17 Championship, Sabtu (24/1/2026).

Sejak peluit awal dibunyikan, laga berjalan sengit dan sarat tensi. PSIS tampil agresif demi mengamankan poin penuh di kandang. Namun kecepatan winger Persela, Jhon Mena, justru kerap merepotkan lini pertahanan tuan rumah.

Petaka datang di menit ke-21. Upaya Delpi Safna menghentikan laju Jhon Mena berujung kartu kuning. Drama belum usai.

Sepuluh menit berselang, Delpi kembali melakukan pelanggaran keras dan wasit tanpa kompromi mengeluarkan kartu merah langsung pada menit ke-31. PSIS harus melanjutkan laga dengan 10 pemain.

Ketegangan kian memuncak. Persela pun tak luput dari hukuman. Goncalves diganjar kartu kuning pada menit ke-42, disusul Rafiud Drajat di masa injury time babak pertama (45+2) usai insiden yang memicu protes karena dianggap minim kontak.

Hingga turun minum, skor tetap 0-0. Meski tanpa gol, atmosfer pertandingan sudah mendidih.

Memasuki babak kedua, Persela mencoba tampil lebih sabar dengan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Namun justru PSIS yang mampu mencuri momen emas. Menit ke-54 menjadi titik balik pertandingan.

Berawal dari sepak pojok, Otavio Dutra melompat tinggi dan menyundul bola tajam yang tak mampu dihalau kiper Persela, Rafli Mahreza. Gol! Jatidiri pun kembali bergemuruh.

Tertinggal satu gol, Persela meningkatkan intensitas serangan. Laskar Joko Tingkir terus menekan hingga menit-menit akhir. Sayangnya, solidnya pertahanan PSIS membuat setiap peluang Persela mentah sebelum berbuah gol. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan tuan rumah.

Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, mengakui hasil tersebut sangat mengecewakan.

“Kami sudah berusaha maksimal dan sempat unggul jumlah pemain, tapi tidak bisa memanfaatkan situasi itu. Ini menjadi evaluasi besar bagi saya sebagai pelatih,” ujarnya. Sabtu (24/1/2026).

Bima menambahkan, mental pemain menjadi salah satu pekerjaan rumah utama.

“Setelah PSIS mencetak gol, kepercayaan diri pemain langsung turun. Beberapa peluang ada, tapi tidak menjadi gol. Kekalahan ini harus kami terima dan segera bangkit,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra, memuji kinerja anak asuhnya yang tampil disiplin meski bermain dengan 10 pemain.

“Bukan hanya soal tiga poin, tapi kinerja pemain selama 90 menit luar biasa. Kami sudah menyiapkan skenario bermain 10 lawan 11 dan pemain menjalankannya dengan sangat baik,” kata Jafri.

Ia juga menyoroti proses pembentukan tim yang terus berjalan dengan kehadiran sejumlah pemain baru.

“Kami punya banyak opsi dan solusi ke depan. Tantangannya adalah menjaga konsistensi,” tegasnya.

Laga panas ini turut diwarnai hujan kartu. Tercatat delapan kartu kuning dan satu kartu merah dikeluarkan wasit, termasuk empat kartu kuning di babak kedua. Gol Otavio Dutra bukan sekadar penentu kemenangan, tetapi juga simbol mental baja dan kecerdikan strategi PSIS Semarang dalam menghadapi tekanan sepanjang laga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *