Kreatif, Desa Mertani di Lamongan Sulap Lahan Tidur jadi Wisata Petik Melon Populer

Seorang pengunjung membeli melon di destinasi wisata petik melon Desa Mertani

Lamongan, arekpantura.com – Pemerintah Desa Mertani, Kecamatan Karang Geneng, Kabupaten Lamongan, menunjukkan terobosan kreatif dalam mengoptimalkan aset desa. Lahan kosong yang selama ini tidak produktif, kini disulap menjadi destinasi wisata edukasi petik buah melon yang tengah ramai dikunjungi masyarakat, terutama selama musim libur sekolah.

Destinasi Favorit Wisatawan Lokal
Kebun melon yang dikelola oleh pemerintah desa ini menjadi magnet baru bagi warga lokal. Suasana kebun yang asri memberikan pengalaman unik bagi pengunjung, terutama anak-anak yang ingin belajar mengenal pertanian secara langsung.

Daya tarik utama destinasi ini adalah kebebasan pengunjung untuk memilih dan memetik sendiri buah melon yang diinginkan langsung dari pohonnya. Tak sekadar berbelanja, area kebun juga menjadi spot favorit bagi wisatawan untuk berswafoto dengan latar belakang buah melon yang tertata rapi.

BACA JUGA :

Area perkebunan ini memiliki luas 10 m x 90 m dengan varietas melon Intanon berwarna kuning serta The Blues yang memiliki ciri khas berwarna kebiruan. Semantara keunggulan dari kedua varietas tersebut memiliki tekstur daging buah yang manis. Sedangkan untuk harga berkisar Rp 20 ribu.

Kesuksesan kebun melon ini tidak hanya berhenti pada sektor pariwisata. Kualitas hasil panen yang terjaga membuat melon asal Desa Mertani kini mulai dilirik oleh pasar yang lebih luas.

Kepala Desa Mertani, Eko Pamuji, mengungkapkan bahwa produk melon dari lahan desa ini telah memenuhi standar untuk masuk ke pasar modern.

“Buah melon yang ada di Desa Mertani saat ini sudah dipasarkan ke beberapa swalayan yang ada di daerah sekitar. Kami ingin memastikan bahwa hasil panen desa kami memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan dapat bersaing di pasar ritel,” ujar Eko Pamuji, jumat (3/7/26).

Inisiatif yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Mertani ini menjadi contoh nyata bagaimana pemanfaatan lahan tidur dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) sekaligus menyediakan sarana rekreasi keluarga yang terjangkau dan edukatif bagi masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *