Lamongan, arekpantura.com – Media sosial dihebohkan dengan unggahan video berdurasi 28 detik yang memperlihatkan aksi pembongkaran pembatas jembatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Aksi tersebut dilakukan agar rombongan takbir keliling yang membawa sound system raksasa atau sound horeg dapat melintas.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Dusun Pedurungan, Desa Dukuhtunggal, Kecamatan Glagah, Lamongan. Dalam rekaman yang beredar, tampak sejumlah orang membongkar dinding pembatas jembatan pada malam hari di tengah kepulan asap flare merah dari peserta konvoi.
Menanggapi narasi liar terkait dugaan perusakan fasilitas umum, Kepala Desa Dukuhtunggal, Zakaria, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa aksi tersebut bukanlah perusakan liar, melainkan pembongkaran yang telah mendapatkan izin dari pemerintah desa (Pemdes).
“Saya Zakaria, Kepala Desa Dukuhtunggal, menyampaikan klarifikasi terkait dengan perusakan—bukan jembatan itu, tapi pembatas jembatan,” ujar Zakaria, Sabtu (21/3/2026).
BACA JUGA :
Zakaria menjelaskan bahwa pihak panitia atau koordinator kegiatan telah mengajukan permohonan izin dua hari sebelum pelaksanaan takbir keliling. Izin diberikan karena mempertimbangkan kondisi jembatan yang merupakan bangunan lama sejak tahun 1980-an dan sudah tidak memadai.
“Karena memang kondisinya sempit dan itu bangunan lama, sekitar tahun 80-an, jadi memang sudah harus dibangun kembali,” tambahnya.
Lebih lanjut, Zakaria mengungkapkan bahwa jembatan tersebut memang telah masuk dalam agenda pembangunan ulang oleh pemerintah desa pada tahun ini. Oleh karena itu, pembongkaran pembatas jembatan untuk akses jalan rombongan pickup bermuatan sound system tersebut tidak dipermasalahkan secara administratif.
Dengan klarifikasi ini, pihak Pemdes Dukuhtunggal memastikan tidak ada unsur pidana perusakan dalam kejadian tersebut, mengingat rencana revitalisasi jembatan yang akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.
Foto: Tangkapan layar di media sosial viralnya pembongkaran pembatas jembatan di Desa Dukuhtunggal, Kecamatan Galagah, Lamongan, Jawa Timur.
