Ayam Menu MBG Diduga Belum Matang, Wali Murid Mengeluh

Menu MBG di Kecamatan Babat yang diduga masih mentah

Lamongan, arekpantura.com — Menu ayam goreng tepung atau kentucky dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 1 Babat mendapat keluhan dari sejumlah wali murid di Desa Plaosan, Kecamatan Babat, Lamongan.
Keluhan tersebut disampaikan pada Rabu (26/8/2026).

Sejumlah wali murid SD Plaosan mengaku menemukan bagian daging ayam yang diduga belum matang sempurna, bahkan disebut mengeluarkan cairan berwarna merah yang oleh wali murid diduga sebagai darah.

Salah seorang wali murid kelas 2 SD Plaosan yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengatakan, anaknya memilih tidak menyantap makanan tersebut setelah melihat kondisi ayam yang diterimanya. Porsi makanan itu kemudian dibawa pulang dan diberikan kepada orang tuanya.

“Anak saya sama sekali tidak mau makan karena melihat ada darah segar di daging ayamnya. Padahal, ayam kentucky itu makanan kesukaannya,” ujarnya.

Menurutnya, keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah orang tua lainnya. Ia menyebut pembahasan terkait kondisi menu ayam tersebut turut muncul dalam grup WhatsApp Pos 4 Desa Plaosan.

Meski demikian, kondisi daging ayam yang disebut belum matang tersebut masih berupa dugaan berdasarkan pengamatan wali murid dan belum mendapatkan verifikasi atau pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.
Pihak SD Plaosan mengaku belum menerima laporan resmi dari wali murid terkait persoalan tersebut.

Perwakilan SD Plaosan, Syakoni, mengatakan pihak sekolah belum mendapatkan laporan secara langsung mengenai keluhan tersebut.

“Saya belum menerima laporan resmi terkait hal itu. Namun, jika informasi tersebut benar terjadi, tentu sangat disayangkan,” ungkap Syakoni, kamis (27/8/26).

Sementara itu, awak media masih berupaya meminta klarifikasi kepada pengelola SPPG 1 Babat terkait keluhan tersebut, termasuk mengenai proses pengolahan, standar kematangan, serta pemeriksaan makanan sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat.

KA SPPG Tiara dan Aslap Yusuf yang dihubungi melalui pesan WhatsApp hingga berita ini ditulis belum memberikan tanggapan resmi.

Dengan demikian, dugaan ayam belum matang tersebut masih menunggu penjelasan dari pihak SPPG dan, bila diperlukan, pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi makanan yang dikeluhkan para wali murid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *