Cetak Jurnalis Muda Terpercaya, Santri di Lamongan Dibekali Ilmu Jurnalistik

Pelatihan Jurnalistik yang dilakukan oleh IJTI Pokja Lamongan kepada santri dan santriwati

Lamongan, arekpantura.com — Ratusan santri dan siswa Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Kranji, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, tampak antusias mengikuti pelatihan jurnalistik. Kegiatan tersebut digelar untuk membekali para santri dengan keterampilan menulis hingga pemahaman etika pers di era digital.

Diklat yang diinisiasi oleh Lembaga Pers Siswa An-Nasihah ini mengusung tema “Berkarya Bersama, Menjadi Jurnalistik yang Terpercaya”. Panitia turut menghadirkan jurnalis profesional dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pokja Lamongan sebagai narasumber utama.

Sejak sesi pertama dibuka di auditorium ponpes, ratusan siswa kelas X dan XI tampak cermat menyimak paparan materi. Pemateri membekali para peserta dengan pemahaman dasar dunia jurnalistik, teknik pencarian informasi yang akurat dan berimbang, hingga pemahaman mendalam mengenai etika pers.

Memasuki sesi kedua, peserta diajak mendalami teknik penulisan naskah berita televisi serta penggunaan bahasa jurnalistik yang benar. Bekal ilmu ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas Redaksi Pers Siswa An-Nasihah dalam menyajikan informasi yang edukatif dan terpercaya di lingkungan pesantren.

BACA JUGA :

Salah satu peserta, Wulan, mengaku senang dan terbantu dengan adanya pelatihan langsung ini. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat aplikatif untuk pengembangan media sekolah.

“Banyak ilmu baru yang kami dapatkan, terutama tentang bagaimana mencari berita yang akurat dan menyusunnya menjadi karya jurnalistik yang layak dibaca,” ujar Wulan santri / peserta pelatihan.

Tidak berhenti pada teori semata, para peserta kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan simulasi praktik liputan langsung. Mereka ditantang untuk berburu berita di area sekitar pesantren dan mengolahnya secara mandiri menjadi naskah berita yang utuh.

Ketua IJTI Pokja Lamongan, Heru Kuswandi, menjelaskan bahwa edukasi jurnalistik sejak dini bagi kalangan santri dan pelajar merupakan benteng utama dalam mengonter derasnya arus informasi hoaks di tengah masyarakat.

BACA JUGA :

“Pemahaman jurnalistik dasar kepada siswa dan santri secara benar adalah benteng utama menghadapi derasnya arus informasi hoaks saat ini,” tegas Heru.

“Untuk menyelaraskan dengan perkembangan zaman, materi didesain secara komprehensif memadukan teori dan praktik lapangan,” imbuhnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia juga menyiapkan sejumlah apresiasi dan hadiah menarik bagi kelompok peserta yang berhasil menghasilkan karya jurnalistik terbaik selama sesi simulasi liputan berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *