Lamongan, arekpantura.com – Rencana pembangunan Jembatan Titian Persatuan yang menghubungkan wilayah Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, dengan Desa Pomahanjanggan, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, mendapat perhatian langsung dari Anies Rasyid Baswedan.
Anies Baswedan bersama jajaran pemerintah desa, aparat keamanan, relawan Aksi Bersama, serta masyarakat meninjau langsung lokasi rencana pembangunan jembatan tersebut, Rabu (9/9/2026).
Rombongan tiba di MTs Khozainul Ulum, Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Lamongan. Kehadiran Anies disambut masyarakat yang berharap pembangunan jembatan tersebut segera terealisasi.
Anies Baswedan menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut memiliki makna lebih besar dibanding sekadar membangun infrastruktur fisik.
“Pembangunan jembatan ini bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi sungai. Jembatan Titian Persatuan adalah penghubung kehidupan,” kata Anies. Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, keberadaan jembatan akan memberikan kemudahan bagi berbagai aktivitas masyarakat. Mulai dari anak-anak yang berangkat sekolah, warga menuju tempat bekerja, petani membawa hasil panen, hingga masyarakat yang membutuhkan akses menuju pasar dan fasilitas kesehatan. “Pembangunan jembatan ini sesungguhnya bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun harapan, membuka akses, dan menyambungkan masa depan masyarakat,” imbuhnya.
Anies bersama rombongan melanjutkan perjalanan dengan meninjau langsung lokasi pembangunan Jembatan Titian Persatuan. Anies menambahkan bahwa pembangunan jembatan tersebut direncanakan segera dilaksanakan dengan mengedepankan semangat gotong royong. “Insyaallah pembangunan jembatan ini akan segera dilaksanakan. Pekerjaan ini adalah pekerjaan gotong royong. Mari kita kerjakan bersama-sama karena jembatan ini milik kita bersama,” tegasnya.
Menariknya, jembatan tersebut ke depan tidak hanya diproyeksikan sebagai penghubung dua dusun. Anies menyebut keberadaannya diharapkan dapat menjadi akses yang menghubungkan dua kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Kalitengah dan Kecamatan Turi.
“Ke depan jembatan ini dirancang tidak hanya menghubungkan dua dusun, melainkan dua kecamatan sekaligus,” ungkapnya.
Anies mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan.
“Saya berpesan kepada masyarakat agar mengajak semua masyarakat untuk bergotong royong dalam melaksanakan pembangunan jembatan ini,” katanya.
Pembangunan Jembatan Titian Persatuan ini sekaligus menjadi gambaran bagaimana kolaborasi masyarakat, pemerintah desa, relawan dan berbagai pihak dapat mendorong terwujudnya kebutuhan infrastruktur di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Bagi masyarakat Bojoasri dan Pomahanjanggan, Jembatan Titian Persatuan diharapkan bukan sekadar menjadi akses penyeberangan baru, tetapi menjadi jalur yang membuka mobilitas, menggerakkan perekonomian dan mempererat hubungan antar warga di dua wilayah.
“Pembangunan tersebut bukan menjadi tanggung jawab satu pihak saja. Pemerintah memiliki peran penting, namun kekuatan masyarakat ketika bersatu dan bergerak bersama juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan,” pungkasnya.
Tim gerakan sosial Aksi Bersama yang diinisiasi Anies Baswedan sebelumnya diketahui telah menyelesaikan pembangunan di berbagai wilayah, antara lain Aceh, Sumatera Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
