Berdalih Berikan Bantuan Sapi ke Petani, Oknum Genta Pangan Jatim Tipu Ratusan Petani Lamongan

Sunari, Sekretaris Umum Genta Pangan Jawa Timur

Lamongan, arekpantura.com – Dugaan penipuan yang mengatasnamakan Lembaga Gerakan Nasional Tani untuk Kemandirian Pangan (Genta Pangan) yang didirikan oleh Budiman Sujatmiko mencuat di lamongan. Lembaga yang sedianya bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah pedesaan tersebut justru dijadikan oleh sejumlah oknum pengurusnya untuk melakukan tindakan dugaan penipuan kepada petani.

Hal itu diungkapkan oleh Abdul Malik, anggota Genta Pangan yang berasal dari Kecamatan Turi Lamongan. Menurutnya, dengan iming-iming memberikan bantuan berupa 40 ekor sapi Penggemukan kepada Kelompok Ternak (Poker) di setiap kecamatan. Namun untuk memuluskan bantuan tersebut Poker diwajibkan membayar terlebih dahulu kepada Genta Pangan Jatim sebesar Rp. 13 jt.

“Saat itu, setiap Poker wajib membayar kepada pengurus Genta Pangan Jawa Timur dan berjanji jika bantuan tersebut akan terealisasi selambat-lambatnya selama 6 bulan,” ungkap Malik, senin (13/4/26).

Kejadian tersebut berawal, lanjut Malik, saat Ketua Umum Genta Pangan Budiman Sujatmiko melantik pengurus Jawa Timur yang dipusatkan di lamongan yakni di lapangan kecamatan tikung pada tanggal 10 Agustus 2024 lalu. Pengukuhan tersebut, termasuk juga pengurus Genta Pangan yang ada di Kabupaten Lamongan.

“Usai pengukuhan pengurus Provinsi dan kabupaten tersebut, selanjutnya pengurus Genta Pangan Provinsi Jawa Timur menggembangkan program berupa penggemukan sapi yang dilakukan pada bulan September hingga oktober.” Imbuhnya.

Surat Pernyataan Sunari yang siap mengembalikan uang petani paling lambat 29 maret 2026

Hal senada juga disampaikan oleh Agus, Kelompok Ternak dari Kecamatan Pucuk. Menurutnya, dengan program yang digulirkan oleh Genta Pangan Jatim tersebut, membuat antusias tinggi di kalangan masyarakat sehingga banyak dari kalangan petani yang ikut bergabung dengan Lembaga Genta Pangan.

“Karena banyak yang antusias, akhrinya para petani patungan untuk menyetor dana awal sebesar Rp. 13 juta tersebut kepada pengurus Jatim yang saat itu diterima oleh Sunari selaku sekretaris Genta Pangan Jawa Timur,” ungkap Agus.

Pada saat itu, masih menurut Agus, para petani tidak menaruh curiga sedikitpun terhadap penarikan dana yang dilakukan oleh Sunari. Mengingat penjelasan yang sangat menggiurkan dengan dalih untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah pedesaan sehingga ekonimi petani bisa berkembang. Terlebih lagi, sosok Budiman sujatmiko adalah seorang tokoh nasional yang dikenal oleh seluruh rakyat Indonesia dan juga telah viral menjadi tim Presiden Prabowo.

Namun, selama menunggu hampir 2 tahun, lanjut Agus, bantuan tersebut tidak kunjung datang. Ironisnya lagi, pada saat sejumlah Poker menanyakan perihal bantuan tersebut kepada pihak Provinsi, Sunari selaku Sekretaris Umum justru mengatakan jika program tersebut tidak bisa berjalan dan akan mengembalikan uang dari Poker yang telah Ia terima.

Setidaknya, ada 10 Poker yang telah membayar uang sebesar Rp. 13 juta kepada Pengurus provinsi yakni Abdul Malik wakil dari Poker Kecamatan Turi, Abdul Rokhim Poker dari Kecamatan Babat, Thohari dari Poker Babat, Musta’in dari Poker Kecamatan Pucuk, Agus dari Poker Pucuk, Rawi dari Poker Tikung, Bayu Supriyadi dari Poker Brondong, M. Choirul Maftukin dari Poker Babat, Basyarudin dari Poker Mantup, serta Ali Yoga dari Poker Mantup.

Dari sepuluh Poker yang telah menyetorkan uang kepada pengurus provinsi tersebut, masih ada banyak lagi Poker yang telah menyetorkan dana, namun mereka tidak bisa berkutik lantaran tidak diberikan kwitansi oleh Sunari dan hanya 10 Poktan saja yang memiliki kwitansi.

“Pada saat kami mendatangi Pengurus provinsi, Saudara Sunari selaku Sekretaris Umum Genta Pangan Jawa Timur, membuat surat pernyataan bermaterai yang isinya siap mengembalikan dana dari Poker tersebut selambat-lambatnya tanggal 29 Maret 2026 lalu, dan jika tidak sanggup mengembalikan maka dirinya siap diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Namun, hingga saat ini janji Sunari tersebut tidak juga dipenuhi.” Tutur Agus.

Sementar itu, Ketua Umum Genta Pangan Jawa Timur, Agus Sudarsono, tidak bersedia memberikan keterangan apapun baik kepada para petani maupun arekpantura.com. Bahkan, telefon ataupun pesan singkat yang dikiriman tidak pernah dibalas.

Ratusan petani di lamongan, berharap adanya itikad baik dari Genta Pangan Provinsi Jawa Timur untuk mengembalikan uang Poker yang telah diterima oleh Sekretaris Umum, Sunari. Dan jika peringatan ini tidak indahkan, maka petani di lamongan akan melaporkan tindak penipuan ini ke Polres setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *